8 Faktor Yang Memperbesar Hawa Nafsu Meningkatkan Ketidakpuasan – Pada Dasarnya Hawa Nafsu Manusia Adalah Sederhana

Faktor Yang Memperbesar Hawa Nafsu Meningkatkan Ketidakpuasan – Pada Dasarnya Hawa Nafsu Manusia Adalah Sederhana

Setiap manusia adalah pribadi yang hidup dalam retorika orang lain. Mungkinkah itu adalah retorika orang tuanya sendiri, saudara-saudaranya, gurunya, pendetanya, pemimpinnya dan lain sebagainya.  Mereka hanyalah pengikut yang berlari menuruti kumpulan terbanyak dari informasi yang tersebar di sekitarnya. Sekalipun ada beberapa orang yang berupaya untuk menemukan kebaikan, kebenaran dan keadilan langsung dari sumbernya. Namun hanya sedikit saja yang berhasil menemukannya; sedang ada dari mereka yang gagal karena terus terjebak dalam hawa nafsu dan ketakutannya yang cenderung menutupi kebajikan yang sesungguhnya. Kami sendiri pun demikian, hanya saja berupaya kembali memikirkan gagasan yang ditemukan tersebut untuk dibandingkan dengan standar kehidupan yang dianut dan diyakini secara pribadi.

Kenyataannya adalah manusia lahir dalam ketiadaan dan matinya pun dalam ketiadaan, artinya secara bawaan hawa nafsu manusia sifatnya sederhana. Sebab tidak ada seorang bayi yang dilahirkan memiliki pakaian, emas, permata dan uang (seperti retorika yang ditampilkan beberapa karya seni); melainkan dalam keadaan telanjang. Demikian juga saat seseorang meninggal dunia, tidak ada hal-hal yang berharga diikutkan kepadanya selain dari kain kafan yang melilit badan di tempat peristirahatan terakhir. Ini bukan lagi retorika melainkan suatu kenyataan yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, selama seorang manusia hidup di bumi, ada banyak sekali keduniawian yang mengisi kehidupannya, dimana terkadang beberapa di antaranya dimiliki secara berlebih-lebihan karena keserakahan.

Alasan yang menyebabkan hawa nafsu membesar

Apa yang terjadi kepada kita, mengapa tiba-tiba saja kita yang sejak dari mulanya adalah makhluk yang sederhana tiba-tiba terjebak dalam kemewahan hidup yang berlebih-lebihan? Sepertinya ada yang hidup menolak kodrat ilahi yang dianugerahkan kepadanya sehingga mendatangkan bencana bagi dirinya, orang-orang di sekitarnya dan lingkungan tempat tinggalnya sendiri? Ada dua penyebab yang mendasari keadaan ini: ada yang terjadi secara alamiah tetapi ada juga yang terjadi karena dilakukan secara sengaja oleh pihak lain sebagai bagian dari tantangan kehidupan. Hal-hal alami sepatutnya tidak sampai meningkatkan ketamakan dalam diri manusia, tetapi yang lebih berperan memancing keluarya sisi jahat dalam kehidupan ini adalah cobaan hidup yang belum mampu ditanggulangi.

  1. Meningkatnya kebutuhan fisiologis manusia.

    Seiring bertambahnya usia, bobot seseorang secara fisik makin bertambah. Kebutuhannya akan materi tentu ikut bertambah pula. Badan yang besar butuh asupan energi, cairan dan udara yang sesuai kapasitasnya agar dapat menunjang aktivitas sehari-hari. Tentulah keadaan ini diiringi juga dengan meningkatnya hal-hal yang diinginkannya disamping yang dibutuhkan. Otak yang terus berkembang dan pengalaman yang terus bertambah juga turut mendukung timbulnya niat-niat hati yang baru, sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan bahkan oleh orang lain.

  2. Orang lain di sekitarnya.

    Kemanusiaan memiliki sesuatu yang disebut iri hati yang bisa timbul secara tiba-tiba bahkan ketika orang tersebut belum menyadarinya. Kedagingan ini adalah momoh permasalahan yang bisa dialami oleh siapa saja. Pengaruhnya akan semakin besar tatkala di dalam hati masih banyak kebencian yang dipendam. Seolah kebencian kita terhadap seseorang membuat rasa dengki terhadapnya meningkat secara kuadrat. Orang lain bisa memiliki apa saja yang mungkin tidak kita miliki dan mulai dari sinilah segala persoalan dimulai. Pembesaran dan peningkatan hawa nafsu menjadi dorongan untuk mencari sumber daya lebih banyak. Padahal belum tentu sumber daya tersebut sah/ legal, halal dan cocok untuk dipanen.

    Satu-satunya yang bisa mengalihkan kita agar tidak mudah mendengki adalah aktivitas positif. Di antaranya yang terbaik adalah fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian. Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dan/ atau menekuni hobi di bidang tertentu. Bisa juga dengan mempelajari hal-hal positif yang tersaji dalam ramainya informasi. Tentu saja yang tidak kalah bagus untuk menepis kedengkian hati adalah dengan berbuat baik kepada siapapun dalam momen yang tepat. Di atas semuanya itu, kita perlu menyadari bahwa di dalam dunia yang berkeadilan, kita pasti bisa mencapai apa yang dicapai oleh orang lain asalkan lebih sabar menunggu dan tetap tekun berusaha menurut talenta yang dimiliki.

  3. Perangkat televisi, radio dan teknologi informasi satu arah lainnya.

    Ada hiburan epik yang disajikan oleh televisi dan radio: seperti pihaknya sangat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Sebagai penonton yang budiman, tidak mungkin juga untuk tidak menonton TV. Sebab ada sejengkal wawasan dan ilmu pengetahuan didalamnya. Hiburan yang berisi informasi yang bisa membuat anda sedikit lebih pintar menjalani hidup. Masalahnya adalah kesadaran kita untuk membandingkan setiap penemuan dengan standar kehidupan yang dipercaya agar diperoleh sesuatu yang memang paten. Tidak ada pihak yang akan bertanggung jawab ketika anda salah melakukan penilaian sampai terdorong membuat keinginan yang salah. Kehidupan bisa menjurus pada hasrat yang mengada-ngada sampai memperburuk keadaan sendiri. Inilah contoh perkembangan hasrat yang tidak baik untuk dilanjutkan.

    Hasrat yang mengada-ngada tidak selalu negatif. Keinginan yang tidak sesuai dengan kapasitas kita juga bisa merusak diri sendiri. Misalnya saja kita terpesona iklan tetapi pendanaan nihil yang membuat seseorang mencuri, menipu dan melakukan kejahatan untuk mewujudkannya. Demikian juga dengan pesona hasrat memiliki kekasih pujaan hati, padahal hidup belum mandiri. Akibatnya, dipermain-mainkan dan jadi bulan-bulanan oknum tertentu karena mengejar cinta tanpa modal sepeserpun di kantong.

  4. Perangkat smartphone, komputer, laptop dan perangkat komunikasi dua arah lainnya.

    Anda tentu ingin menjadi orang yang lebih cerdas, maka perangkat komunikasi dua arah adalah salah satu solusi pintar untuk itu. Tidak ada yang bisa membatasi anda untuk menggali informasi dari internet. Anda bebas mengunduh konten apa saja yang sudah disediakan oleh berbagai kreator di seluruh negeri bahkan di seluruh dunia. Sadarilah bahwa semakin banyak informasi yang anda terima maka semakin sulit pula membedakan mana yang baik dan tidak karena kepala pusing diperhadapkan secara maraton dengan banyak karya seni. Lebih baik mencari, mengumpulkan dan menikmati informasi secara perlahan-lahan agar pikiran bisa mencernanya dengan selektif dan terpimpin.

    Semua yang anda dapatkan bisa membantu memajukan kehidupan atau malah sebaliknya. Tergantung bagaimana anda memanfaatkan hasil potensi penelusuran konten hitam maupun putih dan warna-warni yang tersedia. Anda hendak menjadikannya sebagai pemuas nafsu tak berujung atau memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas berbuat yang baik, benar dan adil.

  5. Media masa, majalah dan buku-buku.

    Ada banyak manusia yang haus dengan informasi baru, sehingga muncullah berita terbaru. Ada pengetahuan dan wawasan yang unik dibagikan oleh penulis ternama yang sengaja mencetuskan ide-idenya dalam sebuah buku. Tetapi ingatlah bahwa semua info yang anda terima bisa menarik hal-hal baik dalam dirimu. Atau saat salah mencerna informasi, keburukan mulai dilepaskan akibat ekspresi dari keinginan yang jahat. Bila ide-ide yang salah dijadikan pedoman, hidup pun menjadi amburadur akibat hasrat yang menggila.

  6. Kunjungan dan perjalanan ke tempat istimewa (wisata).

    Panca indera itu seperti gunung, sedang hati yang bijak seperti air yang selalu merendah. Semakin jauh kaki melangkah, makin banyak yang anda saksikan, semakin menggununglah keinginan anda. Siapa orang yang tidak suka liburan sambil jalan-jalan menelusuri tempat-tempat yang menjajakan hasrat pasaran yang nikmatnya panas dan dingin selalu tersedia cepat saji? Semakin banyak yang anda jalani, makin merembes keinginan hati yang besar-besar. Merasa hidup tidak puas, lalu mengejar kepuasan dengan membeli banyak perabotan berkelas yang ujung-ujungnya tidak terpakai. Hanya mereka yang mampu mengendalikan dirilah yang sanggup menekan keinginannya jauh di bawah dompetnya. Sedang yang tidak dapat menahan diri akan terlilit rentenir karena hobi belanja di atas kepala.

    Berbahagialah kalau saat ini anda lebih banyak di rumah (work from home) sebab aktivitas tersebut berkontribusi terhadap besar-kecilnya hasrat di dalam hati. Begitulah kehidupan ini, semakin banyak yang kita jalani, semakin banyak pula yang kita ingini: lebih baik tidak jalan-jalan agar hawa nafsu tidak macam-macam, melainkan lebih terkendali di bawah logika positif. Di atas semuanya itu, kita sadari juga bahwa memang ada waktu untuk jalan-jalan namun tidak perlu berlebih-lebihan agar hasrat hatipun jauh dari lebay.

  7. Kesombongan dan kedengkian manusia itu sendiri.

    Hal yang menurut kami sangat berpotensi untuk membuat keinginan seseorang automegalomania adalah kesombongan yang ada di dalam hati. Berhati-hatilah sebab banyak karya seni yang dirangkai dengan kata-kata indah mengisyaratkan kebanggaan yang tersembunyi dan bahkan dinyatakan secara blak-blakkan. Ini hanya teknik untuk menciptakan suatu drama yang menarik menurut panca indera manusia penyuka yang besar-besar. Perhatikan baik-baik saat anda menikmati film, sinetron, drama, novel, roman dan lain sebagainya: sebab semuanya itu kental dengan rasa bangga akan sesuatu. Memelihara kebanggaan sudah otomatis akan meningkatkan hawa nafsu yang termuat di dalam hati.

    Lantas, jangan di tanya: “kesombongan selalu berbarengan dengan kedengkian.” Semakin besar rasa bangga di hati maka semakin tinggi pula intensitas munculnya rasa iri di dalam dada. Keadaan inilah yang secara otomatis memancing seseorang untuk lebih banyak mencari uang dan lebih sering berbelanja demi menandingi kemapanan hidup saingannya. Saingannya ini bisa siapa saja dan cenderung imajinatif. Sebab konflik tersebut hanya terjadi di dalam pikirannya, sedangkan orang lain yang dianggap sebagai lawan mungkin tidak menyadari atau tidak mengetahui hal tersebut.

  8. Momen ledakan emosional.

    Kejutan emosional yang terjadi secara tiba-tiba, bisa membuat seseorang berbelanja secara membabi-buta (impulsif/ tanpa pikir panjang). Keadaan ini biasanya terjadi saat kita menyaksikan diskon gede-gedean yang dilakukan oleh suatu pusat perbelanjaan. Dari yang awalnya, kita saksikan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan memiliki label harga mahal, tiba-tiba di diskon tinggi dengan harga cukup terjangkau. Keadaan ini secara tidak langsung mempengaruhi animo masyarakat yang awalnya suka namun ditahan-tahan karena harga belum ok (masih tinggi). Akibatnya, muncul nafsu untuk cepat-cepat belanja; padahal kurang sadar bahwa waktu menunjukkan akhir bulan dimana stok dana yang tersedia cukup tipis. Ujung-ujungnya, pinjam sana-sini, utang lagi dan lagi agar bisa segera membeli barang tersebut. Pada posisi seperti ini, seorang manusia perlu kembali “mengingatkan dirinya tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan: yang mana yang terutama dan apa yang harus diduluankan.” Agar segera tersadarkan dan tidak terbuai dengan lonjakan emosional yang muncul lewat pancingan diskon gede-gedean.

    Momen ledakan emosional lainnya yang kita alami adalah saat stres. Ada orang yang kala pikirannya meracau atau hatinya sedang susah malah berburu makanan atau kelayapan kemana-mana mencari penghiburan. Pada momen seperti ini, kita merasa bahwa dunia bisa menjadi pelipur lara bagi hati yang hampir hancur namun sesungguhnya semakin dikonsumsi, justru semakin memuakkan. Lebih baik kembali merefresh pikiran dengan kembali kepada Sang Pencipta alias fokus kepada Tuhan.

  9. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Semakin besar pohon, keadaannya semakin kuat dan kokoh. Semakin panjang umur manusia, mengapa semakin merusak dan bobrok, akibat diperhamba oleh hawa nafsunya sendiri! Sepatutnya, makin lama seseorang hidup di dunia, semakin dewasa dan efisien kehidupannya dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya. Semoga saja peningkatan umur yang kita alami dari tahun ke tahun bukannya menambah hal-hal negatif dalam diri kita melainkan melengkapi hal-hal positif dalam hati, perkataan dan perbuatan sehari-hari. Membesarnya keinginan tidak menjamin kepuasan dan kebahagiaan kita. Tetapi peningkatan kemampuan kita untuk tetap fokus kepada Tuhan, bekerja dan belajar positif serta melakukan hal-hal baik bagi kehidupan: adalah dasar dari perkembangan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.

Salam, Dunia dengan sengaja
memperbesar hawa nafsu anda.
Tetapi orang bijak tahu cara
mengikat hasratnya agar
tetap berjalan dalam
koridor yang baik dan benar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.