+10 Dampak Buruk Fokus Pada Keinginan – Habis Waktu Memikir-Mikirkan Nafsu Di Hati

Dampak Buruk Fokus Pada Keinginan - Habis Waktu Memikir-Mikirkan Nafsu Di Hati

Manusia adalah makhluk yang bergerak dalam keinginan sepanjang usianya. Ini bukanlah sesuatu yang berbahaya sebab masing-masing orang memiliki kebutuhan untuk dipenuhi dari hari ke hari. Tidak ada seorangpun yang bisa menyangkal takdirnya sebagai manusia yang membutuhkan materi untuk melanjutkan hidup. Hanya saja kadang-kadang orang terlalu terlena dengan hawa nafsu yang terpendam di dalam hati. Sehingga usahanya menjadi kebablasan demi mewujudkan hal-hal tersebut. Tetapi, beruntunglah kita, bahwa selalu ada orang dekat yang mengingatkan kita ketika hasrat mulai lebay. Kita pun patut berterimakasih karena media-media yang ada pun turut memperingatkan kita. Terlebih lagi kita patut bersyukur bahwa selalu ada “suara hati nurani” yang memberikan pencerahan tentang “apa yang perlu dan tidak diperlukan” selama kita masih bernafas di bawah kaki langit.

 Orang-orang beranggapan bahwa “ada hasrat, ada harganya.” Artinya, tidak semua keinginan kita berada di bawah kendali diri sendiri. Kadang juga ada sesuatu yang diminati hanya karena dorongan panca indra yang terpesona pada apa yang tampak dimana belum tentu hal-hal tersebut cocok/ pas/ pantas untuk kita miliki. Kekuatan pesona tersebut sampai menggerakkan hati untuk segera mewujudkannya. Ada orang yang mencoba mewujudkan hasrat tiba-tiba tanpa pertimbangan di dalam dunia nyata namun dihambat oleh orang lain atau sistem. Ada juga orang yang melakukan simulasi  pertimbangan sebab-akibat dari hasrat yang muncul tiba-tiba di dalam hatinya sendiri, sehingga memahami dampaknya. Sesuatu yang tampak baik untuk dimiliki/ dilakukan, bisa berakhir busuk dan perlu segera dihentikan agar efek sampingnya tidak meluas.

Bahaya fokus pada keinginan pribadi

Sebagai manusia secara pribadi, kita perlu fokus pada diri sendiri. Pada apa yang kita butuhkan, pada hal yang membuat kita bahagia, pada yang memajukan kehidupan dan pada hal-hal yang bisa memperdamaikan kita dengan sesama dan lain sebagainya. Masih banyak hal positif di dunia ini untuk di bawa masuk dalam pikiran masing-masing. Dimana biasanya, semuanya itu sudah terikut dalam kebiasaan positif memuliakan Tuhan di dalam hati. Akan tetapi, fokus pada apa yang kita inginkan bukanlah pilihan yang tepat. Sebab tidak semua yang kita inginkan akan terwujud, justru ada kemungkinan hal-hal tersebut menjadi beban yang membuat hidup terasa lebih sukar untuk dijalani. Berikut ini beberapa dampak buruk fokus kepada hasrat yang tidak pasti.

  1. Tidak bahagia.

    Ketika kita meluncurkan suatu keinginan, ada dua kemungkinan: hasrat tersebut terwujud dan ada pula yang tidak. Saat dimana kebetulan apa yang kita ingini masih belum diwujukan: bisa jadi kecewa menguasai hati. Keadaan ini membuat hidup yang dijalani terasa kurang bahagia. Bila terus-menerus dipikirkan maka akan membuat suasana hati sadih. Orang yang fokus pada hawa nafsu yang belum terwujud hanya menghabiskan waktu untuk berkhayal, “bagaimana ketika dirinya telah memiliki apa yang diingini.” Aktivitas yang membuatnya “senang sekaligus menangis.” Sebab semuanya itu hanyalah imajinasi yang tidak akan pernah menjadi nyata.

  2. Suka ngeyel karena mengkhayal terus-menerus.

    Memang tidak bahagia menerima kenyataan bahwa nafsu terhadap sesuatu telah gagal. Akan tetapi, ada orang yang berfantasi dengan apa yang diinginkannya: seolah-olah hal tersebut sudah dimilikinya. Membayangnyakan sesuatu sudah dimiliki, dibawa kemana-mana untuk dipamerkan dan diajak jalan-jalan untuk menikmati hidup: adalah sesuatu yang indah walau hanya sesaat. Akibatnya, keadaan ini membuat kita suka ngeyel atau ngelantur atau ngawur saat bersosialisasi dengan sesama. Sebab dirinya tidak fokus dengan pembicaraan yang sedang berlangsung sehingga memberikan jawaban yang aneh. Keadaan ini juga membuat seseorang terlena sehingga melupakan hal-hal penting dalam kesehariannya yang lama-kelamaan pasti akan menggiring hidupnya di ujung tanduk.

  3. Justru menjadi sombong.

    Ketika kita menetapkan suatu keinginan, ada dua kemungkinan: hasrat tersebut terwujud dan ada pula yang tidak. Ketika sesuatu yang diiming-imingi dapat diraih begitu saja. Rasanya senang sekali tak terbayangkan karena apa yang kita idam-idamkan dapat dicapai. Namun saking senangnya, orang lain yang ada di sekitar kita malah mulai terlupakan. Seolah hati berubah menjadi sombong tatkala tujuan kita sudah tercapai. Kita seperti tidak peduli lagi dengan kehidupan orang lain di sekitar karena sudah memiliki segalanya. Justru mulai timbul hasrat di dalam hati agar lebih dihormati karena merasa lebih baik dari sesama manusia lainnya.

  4. Besar benci dalam hati.

    Setiap orang punya keinginan tetapi memikir-mikirkan terus hasrat tersebut di dalam hati bukanlah sesuatu yang baik untuk ditekuni. Sama seperti semua keinginan manusia di muka bumi: tidak semuanya dapat terwujud. Sebab biasanya hanya hal-hal yang baik, benar dan adil yang membawa bumi pada perdamaian. Tidak ada lagi benci di dalam hati dimulai dengan melupakan rasa sakit selama kita hidup di dunia. Sebab keinginan mendekatkan kita pada kebencian. Semakin banyak kita mengingini, semakin tinggi pula kesedihan yang kita alami sebab kita menyadari bahwa sebagian besar hal tersebut belum dicicipi melainkan hanya suatu harapan yang perlu diperjuangkan sampai berhasil.

  5. Jadi banyak mendengki.

    Ada orang yang menjadikan hasratnya sebagai penyemangat hidup. Sebab muncul rasa senang yang sangat besar saat suatu nafsu terwujud di dalam kehidupan nyata. Padahal belum menyadari kenyataan bahwa, “tidak semua yang kita inginkan dapat kita capai.” Lantas saat melihat orang lain yang dapat mewujudkan keinginan tersebut dalam hidupnya. Kita menjadi sangat mendengki dan berkata “mengapa hanya dia, mengapa saya tidak dapat memilikinya juga?” Kita lebih banyak merasa iri melihat kelebihan materi yang dimiliki orang lain. Padahal di dunia yang berkeadilan, kita pun bisa mencapai hal yang sama di umur yang kesekian. Sesungguhnya kita bisa saja memberkati orang tersebut agar hati lebih ikhlas menerima kenyataan. Seperti dengan mengatakan, “semoga dia bahagia dengan semuanya itu.” Namun hati enggan mengatakan kata-kata yang memberkati tersebut karena terlalu fokus pada kesedihan hati.

  6. Suka marah tidak jelas.

    Orang yang menginginkan sesuatu terlalu dalam, menimbang-nimbang hal tersebut dalam hatinya. Membayangkan bagaimana senangnya hati ketika hal tersebut sudah di sisi. Tersenyum dalam khayalan ketika merasa sudah sangat dekat dengan apa yang diinginkan. Hanya saja masalahnya sekarang adalah, “apakah kita sama siapnya menerika kenyataan ketika kita gagal memilikinya?” Seharusnya kita tidak terbuai dengan hasrat yang mengambang, sebab perwujudannya bisa “ya” dan bisa “tidak.” Persiapkanlah diri untuk dua situasi yang berbeda! Tetapi orang yang terlalu fokus pada keinginannya terllu optimis menjalani hidup: menganggap bahwa semuanya pasti terjadi. Pas tidak terjadi, hati menjadi gundah dan mudah guncang. Gangguan-gangguan kecil saja sudah bisa membuat kita kesal bahkan sampai marah-marah tidak jelas.

  7. Melakukan kekerasan.

    Rasa sombong yang tinggi bila sedikit dibumbui oleh aura keberanian yang suka blak-blakan akan mendorong seseorang yang sedang kesal melakukan kekerasan. Ini bukan hanya soal memukul orang lain, tetapi kekerasan bisa juga dilakukan dengan pukulan kata-kata penuh ejekan dan sindiran. Penghinaan semacam ini bisa disampaikan secara langsung (di dunia nyata), maupun tidak langsung (lewat dunia maya: tulisan, gambar, video). Semata-mata untuk membalaskan dendam karena gagalnya keinginan dan ketidakbahagiaan hati yang dirasakan.

  8. Hidup tidak stabil/ tidak konsisten.

    Memfokuskan hidup ini demi pencapaian berbagai cita-cita memang sudah sewajarnya. Sebab setiap hari dalam hidup kita pada dasarnya berisi berbagai macam pencapaian. Terlebih ketika akhir bulan telah tiba, maka daftar pencapaian yang dapat di acc sangatlah banyak. Bila kita hanya memikir-mikirkan perwujudan suatu hasrat maka dunia ini hanya akan terasa menyenangkan saat akhir/ awal bulan telah tiba. Kita seperti orang yang sangat ceria di waktu-waktu tersebut. Akan tetapi, ketika jumlah hari mulai banyak dan bulan sudah di pertengahan: kita lebih banyak murung, tidak suka diganggu dan tidak ada lagi ramah-tamah. Coba kita tidak fokus kepada keinginan melainkan kepada Tuhan yang selalu membuat hati bisa bergirang kapanpun dan dimanapun kita berada. Moga-moga cerianya hidup kita tetap untuk selamanya.

  9. Keinginan meluas.

    Saat kita fokus pada sesuatu maka pengetahuan kita terhadap hal-hal yang tercakup di dalamnya semakin melebar. Misalnya saja, kita fokus untuk menemukan hape dengan spektrum/ spesifikasi tinggi namun harga terjangkau. Pasti kita akan menemukan sangat banyak merek dan model hape yang bisa dibeli dengan harga bervariasi. Semakin lama kita menggali informasi tentang smartphone idaman, semakin banyak pilihan yang muncul dan beresiko tinggi membuat kita bingung untuk memilih. Demikian juga dengan hawa nafsu lainnya di dalam dada: biasanya akan terus berkembang. Istilah kata orang “udah punya satu, ingin dua; udah punya dua, ingin tiga dan seterusnya.” Ada juga yang mengatakan “sudah punya ini, ingin itu; sudah punya itu, ingin dia; sudah punya dia, ingin mereka dan seterusnya.” Resikonya adalah banyaknya hawa nafsu yang dikrarkan namun tidak kunjung terwujud yang membuat hidup jauh dari bahagia.

  10. Hubungan dengan sesama terganggu terlebih lagi dengan Tuhan.

    Sudah pasti bahwa mereka yang terlalu fokus pada hasratnya akan mengalami peregangan bahkan ketegangan terhadap sesama. Kesombongan yang tinggi ditambah kedengkian yang muncul menciptakan suasana benci yang tidak menyenangkan hati. Akibatnya, orang yang dipenuhi benci sering teledor berkata-kata kotor dan kasar menghina atau menyindir sesamanya. Jika ini terus dilanjutkan maka sudah pasti lambat-laun hubungan baik dengan sesama berubah buruk dan orang-orang yang dianggap musuh semakin menjamur. Sebelum keadaan ini menjadi lebih parah, berhenti memikirkan hasrat secara terus-menerus, melainkan lebih baik bernyanyilah memuji Tuhan di dalam hati. Niscaya keinginan kita tidak lagi menjadi racun bagi diri sendiri melainkan membuat hidup senang karena kebutuhan telah tercukupi.

  11. Stres atau depresi.

    Biasanya, mereka yang masuk dalam wilayah pikiran yang tertekan (stres) diakibatkan oleh konflik yang terjadi secara berulang-ulang dalam waktu yang berdekatan. Bila kita tidak mampu membatas-batasi apa yang kita inginkan, ada resiko tabrakan kepentingan dengan orang lain dan peraturan yang berlaku. Terlebih ketika seseorang mulai berpikir untuk menghalalkan segala cara demi mewujudkan apa yang diinginkannya. Ini bisa menggiringnya melakukan aksi kejahatan, mencuri, menipu dan bisa juga terjebak oleh lintah darat (utang dengan bunga besar/ berlipat). Semua keadaan buruk bila terjadi sekaligus dalam waktu yang berdekatan beresiko membuat seseorang stres. Kecuali dirinya bersandar kepada Tuhan, bertobat dari kejahatannya dan mulai berbenah/ memperbaiki diri.

  12. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Memikirkan hawa nafsu adalah wajar, tetapi terus-menerus memikirkan nafsu tertentu beresiko mengganggu pikiran dan memecahkan ketenangan jiwa anda.

Intinya adalah fokus kepada apa yang kita inginkan, tidak akan membawa kita dalam kebahagiaan sejati. Sebab yang namanya manusia, siapa pun dia tidak mungkin selalu bisa mewujudkan apa yang diinginkannya. Bisa jadi hasrat sederhana yang sifatnya pribadi akan selalu dapat diwujudkan: terlebih ketika anda adalah orang yang rendah hati dan hal tersebut berkaitan erat dengan kebutuhan sehari-hari. Lain halnya dengan hasrat besar yang perwujudannya langka sekali: hanya orang ikhlas yang masih bisa tersenyum ramah ketika hasratnya menemui jalan buntu. Coba kita bisa fokusnya selalu ditujukan memuliakan nama Tuhan dan yang rela hati memberkati orang lain termasuk mereka yang kurang senang dengan kita. Niscaya hidup selalu bahagia sembari kita mengisi hari-hari dengan bekerja, belajar dan melakukan aktivitas positif lainnya.

Salam, Menujukan hati
kepada keinginan,
membuat hidup anda
menjadi tidak stabil.
Sebab tidak semuanya
dan tidak selamanya
kita bisa mencapai
apa yang diingikan hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.