Kesenangan Duniawi Adalah Memiliki Segala Sesuatu Yang Ditawarkan Dunia Tetapi Di Dalam Tuhan Bahagianya Sederhana

Kesenangan duniawi adalah memiliki segala sesuatu yang ditawarkan dunia. Tetapi mereka yang berbahagia di dalam Tuhan tidak menuntut terlalu banyak, selain dari apa yang dibutuhkannya.

Bisa Anda bayangkan, bagaimana rasanya melalui hari tanpa Tuhan? Saat menonton televisi, hati tidak senang karena apa yang sedang trend/ apa yang dipopulerkan para artis, belum kita miliki. Ketika memasuki toko dan mall-mall, hati tidak senang karena barang terbaik/ termahal yang terdapat di sana belum mampu kita beli. Sewaktu kita melihat tetangga sebelah, hati tidak senang karena tidak mampu memiliki apa yang dia miliki.

Begitulah dunia kita tanpa Tuhan: banyak hal yang tidak bisa kita capai karena hanya sebagai penonton dari orang-orang yang bertaraf dewa-dewi yang mampu mencapai segala sesuatu di dalam hidupnya, jauh sangat di atas orang lain.

Tetapi di dalam Tuhan ada keadilan sosial karena semua manusia sama di hadapan Allah. Lazimnya, materi yang bisa dicapai orang lain dapat juga kita capai, cepat atau lambat. Sebab di dunia ini tidak ada orang dengan kemampuan dewa yang dapat mengatasi masalah dengan melentikkan jarinya. Melainkan setiap kita hanyalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa keberadaan orang lain di sekitar kita.

Tunggu dulu, apakah di negeri Anda sudah ada keadilan sosial? Tanya-tanya dulu sama mahkamah agung atau mahkamah konsitusi seputar hal-hal tersebut. Jangan karena kita memiliki Tuhan, hak-hak kita diabaikan. Jangan karena orang Kristen bisa bahagia dalam kesederhanaan, malah ditelantarkan. Sementara pihak lain menerima kemakmuran luar biasa sangat jauh di atas angin. Padahal kewajiban kita sama-sama pula, yang tidak jauh-jauh dari sandiwara kehidupan.

Artinya, kita memang bahagia hidup sederhana di dalam Tuhan. Tetapi di sisi lain, kita perlu berusaha memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak kita. Sebab seyogyanya, apa yang dicapai orang lain, cepat atau lambat akan kita capai juga: itulah kesetaraan sejati. Selamat beraktivitas!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.