Alasan Kejahatan Lenyap Setelah Kedatangan Tuhan Yesus Kristus (Awal Dari Teknologi Biosintesis Modern)

Alasan Kejahatan Lenyap Setelah Kedatangan Tuhan Yesus Kristus (Awal Dari Teknologi Biosintesis Modern)
Sekarang, kami mau bertanya kepada anda? Apa yang anda lakukan bila dihadapanmu ada Tuhan, mesias dari Allah, guru yang maha tahu? Pasti setiap orang akan bertanya: bagaimana caranya melakukan mukzizat, bagaimana memberi makan lima ribu orang dalam sekejap, bagaimana menghasilkan ikan yang banyak; bagaimana ini dan bagaimana itu. Ketahuilah bahwa hal tersebutlah yang dilakukan oleh rasul-rasul ketika Yesus Kristus masih ada bersama-sama dengan mereka. Ketahui jugalah bahwa catatan yang ditulis tentang ilmu pengetahuan yang dibawakan-Nya bukan hanya sebatas kitab injil, melainkan masih banyak lagi hal yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya. Kesemua wawasan ilmu pengetahuan itulah yang membuat gereja mula-mula berkembang pesat bahkan lebih kuat dari para imam bait Allah dan lebih berpengaruh dibandingkan dengan kekuasaan pemerintaan/ raja di masa itu. Semuanya terjadi karena gereja mula-mula mampu menjawab kebutuhan masyarakat baik secara materi maupun rohani, sampai-sampai tidak ada lagi orang yang tega berbuat jahat di seantero negeri.

Tahukah anda bahwa dunia sebelum kedatangan Tuhan Yesus Kristus penuh dengan kejahatan nyata? Apakah anda paham bahwa selama Tuhan Yesus berada di bumi, bukan hanya pengetahuan injil yang ditulis, melainkan masih banyak pengetahuan lainnya yang dibawakan-Nya? Tahukah anda bahwa teknologi biosintesis pertama sekali dimiliki oleh gereja mula-mula? Apakah anda paham bahwa gereja mula-mula lebih berpengaruh ketimbang negara? Apakah anda tahu bahwa gereja mula-mula yang menyelesaikan banyak masalah di bumi dan bukannya pemerintah dengan angkatan bersenjatanya? Itulah seputar yang akan kita bahas dalam tulisan yang satu ini, demi menyatukan persepsi dan mengembalikan kekuasaan di tangan gereja.

Masalah utama manusia ketika dunia baru dijadikan adalah sudah disebutkan dengan jelas dalam kutukan yang diterima oleh Adam, yaitu (bnd. Kejadian 3:17-19) “…. terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” Mengusahakan tanah sebagai sumber penghidupan utama menempatkan manusia dalam dualisme manfaat yang semakin lama semakin memburuk. Bahkan bercocok tanam dengan menggunakan garam sekalipun memiliki efek samping yang lama kelamaan membuat tanah menjadi tandus bak padang gurun.

Mari kita bahas contoh-contoh dari manfaat terburuk praktek pertanian dan peternakan. Katakan saja soal rumput duri yang tumbuh menyaingi tanaman utama bisa diatasi dengan membabatnya. Lalu bagaimana kalau ada hewan yang menginjak-injak dan memakan tanaman pokok itu? Sesama manusia juga bisa datang diam-diam dalam sunyi di malam gelap untuk merusak dan mencuri hasilnya. Bahkan sekalipun, anda memasang pagar untuk menghalangi perampok, namun para serdadu bisa merobohkan dan merampas hasilnya di saat pemiliknya sedang bertandang ke luar daerah. Sedangkan panen hanya sekali dalam setahun atau mungkin bisa dua kali, namun hiruk-pikuk manusia perlu makanan setiap harinya. Belum lagi kalau dilanda cuaca buruk yang menyebabkan gagal panen sebagian atau total.

Saat jumlah penduduk terus bertambah, pastilah diikuti dengan perluasan areal pertanian dan peternakan. Akibatnya, hutan-hutan di sekitar pemukiman dibabat habis untuk dijadikan ladang dan areal penggembalaan ternak. Keadaan ini menyebabkan erosi tanah hingga terjadinya banjir di musim hujan yang merugikan masyarakat itu sendiri dan menyebabkan gagal panen total. Ketika suatu negeri mengalami masa kesesakan semacam ini, sedang sisa bahan pangan di lumbung tinggal sedikit lagi. Mulai dari sinilah sisi jahat manusia semakin menjadi-jadi, sebab orang-orang saling berperang satu sama lain demi kebutuhan mereka. Bisa jadi, orang-orang rela melakukan apa saja bahkan mengorbankan nyawanya demi sesuap nasi dan sekerat daging. Ketika peperangan berkecamuk dan eksploitasi pertanian/ peternakan terus terjadi, mulailah daerah tersebut mengalami penandusan bahkan sampai menjadi padang gurun. Sehingga ditinggalkan oleh masyarakat yang sebelumnya menghuni wilayah tersebut.

Manusia zaman purbakala hidup berpindah-pindah akibat pengembangan wilayah pertanian dan peternakan serta oleh gejolak sosial yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri. Masyarakat yang merasa kuat dengan terpaksa melakukan penjajahan di berbagai wilayah di sekitarnya demi memenuhi kebutuhan seluruh penduduk. Sebagian lagi melakukan peperangan karena alasan dendam, kesombongan dan keserakahan pemimpinnya. Keadaan inilah yang membuat wilayah yang berubah menjadi gurun semakin meluas dari ujung lautan yang satu ke ujung lautan lainnya. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mengubah hal tersebut

Terjadi perselisihan hebat antara masyarakat di satu negeri dengan di negeri lain. Perampokan kecil-besar antar negeri terjadi di daerah perbatasan sehingga wilayah tersebut menjadi tempat yang sangat berbahaya. Namun hikmat Salomo untuk sementara waktu berhasil meredam ketegangan antara wilayah dengan menjadikan dirinya sebagai pengantin yang suka mengambil istri dari berbagai negeri sahabat. Sekalipun orang-orang meyakini bahwa ini adalah bukti dari keserakahan Salomo, tetap saja di sisi lain ada manfaat positifnya sebagai bentuk diplomasi antar negara agar sedikit menciptakan salom (damai) di dalam dan luar negeri. Sekalipun demikian, seperti yang kita ketahui bersama bahwa raja Salomo sendiri terjebak dalam sistem politik diplomasi yang diciptakannya sehingga di pemerintahan selanjutnya, kerajaan tersebut terpecah-belah.

(bnd. Yesaya 65:19-22)  Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak. Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga. Mereka tidak akan mendirikan sesuatu, supaya orang lain mendiaminya, dan mereka tidak akan menanam sesuatu, supaya orang lain memakan buahnya; sebab umur umat-Ku akan sepanjang umur pohon, dan orang-orang pilihan-Ku akan menikmati pekerjaan tangan mereka.

Sedari awal, Tuhan telah mewartakan kepada bangsa Israel bahwa akan ada zaman dimana semua manusia hidup makmur dan damai serta rasa aman di negeri mereka masing-masing. Sayangnya, hal ini tidak akan terwujud selama manusia menggantungkan seluruh kehidupannya pada pertanian dan pernakan. Dalam masa yang kemudian, segala perkara tersebut akhirnya terjawab oleh karena hadirnya Tuhan Yesus Kristus dalam kehidupan manusia. Dialah yang mengajarkan murid-muridnya tentang segala sesuatu yang dibutuhkan untuk hidup di dunia ini. Sampai sekarang, berita tentang kebesaran kasih karunia dan pengetahuan yang disebarkan-Nya masih dibicarakan dimana-mana. Namun sesungguhnya, catatan atau buku yang ditulis berdasarkan keilmuan yang diajari Kristus, masih lebih banyak dari apa yang ditampilkan di dalam Alkitab. Seperti ada tertulis.

{bnd. Yohanes 21:25) Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Jadi, dari pernyataan rasul Yohanes di atas dapat kita ketahui bahwa masih banyak hal yang ditulis orang-orang sepeninggalan Yesus Kristus. Tulisan-tulisan itu, berisi pengetahuan tentang segala sesuatu yang berkaitan tentang teknik-teknik khusus yang digunakan agar dapat hidup damai dan makmur di seluruh negeri. Tetapi, tulisan ini dirahasiakan dari masyarakat awam agar tidak disalahgunakan dan pemakaiannya bersamaan dengan penyebarluasan ajaran kristiani. Dari antara banyaknya ilmu pengetahuan yang dibagikan Kristus, salah satu yang paling berpengaruh adalah dalam bidang pangan. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan teknologi biosintetik yang bisa menghasilkan roti dan daging secara masal tanpa bertani/ beternak secara konvensional. Selain itu, masih ada ilmu-ilmu lain yang diajarkan Tuhan, bahkan kami sendiri percaya bahwa Kristuslah yang mengajarkan tentang dasar-dasar cara membuat mesin. Yang kemudian bisa dikembangkan dalam berbagai kegunaan, misalnya dalam bidang multimedia, transportasi, hiburan, komunikasi dan lain sebagainya.

Setelah hari Pentakosta, jumlah murid-murid Tuhan Yesus bukan semakin sedikit, melainkan bertambah-tambah banyaknya bahkan sampai seluruh Israel menjadi orang Kristen secara perlahan-lahan. Awalnya, jumlah mereka tiga ribu jiwa, namun dihari-hari berikutnya pelipatgandaan yang luar biasa terus terjadi. Masyarakat bertobat dan tidak lagi mempercayai para imam-imam bait Allah terlebih ketika tersebar kabar tentang kelicikan mereka yang menyalibkan Tuhan. Masyarakat berbondong-bondong lebih memilih untuk dibaptis oleh para rasul lalu mengikut ajaran Kristus. Lalu jemaat mula-mula membawa berbagai-bagai persembahan di hadapan Tuhan yang berasal dari hasil menjual ladang dan harta lainnya yang dimilikinya. Semua dana ini, dikumpulkan oleh para rasul untuk digunakan membangun gereja mula-mula, termasuk membangun perusahaan biosintetis dan industri lainnya berdasarkan petunjuk dari Yesus Kristus; serta mewujudkan keadilan sosial di seluruh negeri.

Adalah mustahil bila jemaat mula-mula mau menyerahkan seluruh harta kekayaan mereka kepada para rasul, bila mereka tidak melihat bahwa para rasul pun bisa menjamin kehidupannya. Sebab, bagaimana lagi orang bisa hidup tanpa hartanya? Tetapi karena masyarakat di masa itu telah melihat kemampuan perusahaan biosintetik yang dimiliki gereja, sehingga mereka percaya dan berani menyerahkan seluruh hartanya untuk dijadikan modal membangun kerajaan Allah di dunia. Perusahaan lain pun dibangun oleh gereja mula-mula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga dapat hidup bahagia, damai dan makmur dari waktu ke waktu.

Bagaimana lagi orang bisa hidup tanpa hartanya? Adalah mustahil bila jemaat mula-mula mau menyerahkan seluruh harta kekayaan mereka kepada para rasul, bila mereka tidak melihat bahwa para rasul pun bisa menjamin kehidupannya.

Jadi, yang pertama sekali melenyapkan kejahatan di suatu wilayah adalah gereja mula-mula. Bukan Herodes dan jajarannya dan bukan pula kerajaan Romawi dengan tentaranya yang banyak. Sebab mau banting tulang – cuci otak sekalipun: kerajaan/ pemerintah manusia tidak akan pernah bisa mendatangkan kedamaian di antara masyarakat. Pemerintah hanya tahu menyelesaikan masalah yang terjadi, sedangkan akar dari permasalahan tersebut tidak mereka pahami. Melainkan akar dari kejahatan sesungguhnya adalah akibat tidak terpenuhinya kebutuhan hati maupun materi. Inilah yang telah dijawab oleh gereja mula-mula yang (1) mengajarkan pendidikan moral dan (2) memiliki perusahaan biosintetik, juga industri lainnya, dimana dasar-dasar teori dari hal-hal tersebut diajarkan oleh Yesus Kristus.

Kesimpulan

(bnd. Yesaya 65:25b) Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di segenap gunung-Ku yang kudus,” firman TUHAN.

Sekarang, kami mau bertanya kepada anda? Apa yang anda lakukan bila dihadapanmu ada Tuhan, mesias dari Allah, guru yang maha tahu? Pasti setiap orang akan bertanya: bagaimana caranya melakukan mukzizat, bagaimana memberi makan lima ribu orang dalam sekejap, bagaimana menghasilkan ikan yang banyak; bagaimana ini dan bagaimana itu. Ketahuilah bahwa hal tersebutlah yang dilakukan oleh rasul-rasul ketika Yesus Kristus masih ada bersama-sama dengan mereka. Ketahui jugalah bahwa catatan yang ditulis tentang ilmu pengetahuan yang dibawakan-Nya bukan hanya sebatas kitab injil, melainkan masih banyak lagi hal yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya. Kesemua wawasan ilmu pengetahuan itulah yang membuat gereja mula-mula berkembang pesat bahkan lebih kuat dari para imam bait suci dan lebih berpengaruh dibandingkan dengan kekuasaan pemerintaan/ raja di masa itu. Semuanya terjadi karena gereja mula-mula mampu menjawab kebutuhan masyarakat baik secara materi maupun rohani, sampai-sampai tidak ada lagi orang yang tega berbuat jahat di seantero negeri.

Salam, Pemerintah dengan
armada tempurnya
tidak mampu
menyelesaikan masalah
utama yang melanda dunia.
Akan tetapi, gereja dengan
ajaran kasih dan semua perusahaan
yang dibangunnya mampu
memenuhi keperluan hidup
masyarakat dari waktu ke waktu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.