Dimana Ada Kebahagiaan Disitulah Berkerumun Kebajikan

Dimana ada kebahagiaan, disitulah berkerumun kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Ketika kita sedang bahagia, sikap baik, benar dan adil yang kita lepaskan lebih maksimal. Ketika kita sedang berduka, memang masih ada yang baik, benar dan adil namun belum sepenuhnya atau terasa gantung/ tanggung/ terbata-bata. Artinya dalam posisi dukacita, kita sesungguhnya masih bisa melakukan kebajikan yang lain, namun rasanya berat dan tidak kunjung dilakukan. Atau ketika ada tantangan yang merintangi, kita mudah menyerah dan tidak mau lagi melakukan apa-apa. Orang-orang yang sedang bersedih memilih untuk lebih banyak berdiam diri: dimana inipun tergolong sikap yang baik.

Ketika kebahagiaan di dalam hati terus berkembang, kita menjadi semangat melakukan yang baik, benar dan adil. Sekalipun ada sedikit tantangan, kita tidak mudah menyerah melainkan terus aktif dijalan yang lurus tersebut. Walau ada juga waktunya untuk berdiam diri namun setidak-tidaknya hati selalu tertuju kepada Tuhan: bernyanyi, berdoa dan mengucapkan beberapa firman.

Jaga hati tetap bahagia bersama Tuhan. Bahkan di sela-sela kesibukan kita sekalipun, katakan”Haleluya” atau “mengucapkan syukurlah tentang sesuatu.” Dengan demikian kehidupan kita selalu dekat dengan Tuhan, dekat dengan kebahagiaan dan selalu semangat sehingga kebaikan, kebenaran dan keadilan tidak tanggung-tanggung/ tidak terbata-bata/ tidak gantung. Melainkan mengalir deras dalam sikap kita sehari-hari.

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.