90% Penyakit Disebabkan Karena Kurang Minum Air Putih

90% Penyakit Disebabkan Karena Kurang Minum Air Putih

Manusia kerap kali menduga yang bukan-bukan atas segala kemungkinan yang menyebabkan hal-hal buruk dalam kehidupannya. Prasangka semacam ini, tidak hanya dimiliki oleh satu dua orang saja, melainkan hampir semua manusia melakukannya. Di atas semua prasangka belum tentu semua yang diungkap oleh hati menjadi sebuah kebenaran. Sebab itu, masing-masing manusia perlu mengoreksi berbagai prasangka yang dimilikinya dengan standar kehidupan dan akal sehat yang dimiliki. Agar apapun yang hendak ditindaklanjuti kelak dapat digunakan untuk hal-hal positif membangun kehidupan sendiri dan bila perlu orang lain juga.

Saat kita masih kecil, sering sekali mengidap berbagai macam penyakit. Atau katakan saja bahwa ini hanyalah sesuatu yang hanya kami yang mengalaminya. Orang lain mungkin tidak merasakan hal tersebut atau pernah namun tidak separah keadaan yang kami rasakan. Mengapa bisa demikian? Kami sendiri pun tidak tahu, biarlah Tuhan yang menjadi hakim atas semua orang. Apakah ini demi sesuatu yang baik atau demi sesuatu yang buruk? Segala sesuatu memang ada tujuannya dan kita berharap bahwa tujuan tersebut bukan untuk memperburuk keadaan, melainkan untuk kebaikan di masa depan. Penyakit yang adalah beban hidup, bila dihadapi bersama Tuhan akan membentuk kita menjadi pribadi yang lebih tabah, ikhlas dan rendah hati selama menjalani hidup.

Berdasarkan pengalaman pribadi yang dialami sendiri. Kami mulai memahami bahwa sesungguhnya keberadaan sumber penyakit seperti mikroorganisme dan sel-sel degeneratif (semacam tumor dan kanker) adalah akal-akalan manusia belaka. Mereka membuat tuduhan-tuduhan hampa pada sesuatu yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Dengan demikian, “mereka tidak perlu membuktikan apa-apa, melainkan hanya perlu mempatri omong kosong tersebut sejak seseorang masih jadi anak yang mudah percaya kepada orang lain/ orang dewasa khususnya orang tuanya sendiri.” Sehingga untuk menjamin kesuksesan usaha mereka, maka mereka mendoktrin anak-anak yang belum mampu berpikir sehat agar mempercayai kebohongan yang mereka lakukan.

Mari berperkara dengan kami tentang kuman dan sel-sel jahat dalam tubuh. Apakah ada orang yang pernah melihat hal-hal tersebut? Tentu saja tidak, bahkan selama pendidikan di laboratorium kesehatan dahulu: kami sedikitpun tidak pernah melihat bakteri seperti yang digambarkan di buku-buku pelajaran SD, SMP dan SMA zaman dulu. Sebab apa yang digambarkan sesungguhnya hanya suatu ilustrasi yang bisa dibuat oleh pelukis atau desainer manapun. Semuanya itu hanyalah hasil manipulasi teknologi fotografer modern yang bisa menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Satu – dua bentuk bakteri yang pernah kami lihat di laboratorium kesehatan adalah kuman merah dan biru yang bulat seperti sebutir pasir. Tidak ada gerakan dan bentuk yang aneh-aneh seperti di buku-buku yang pernah dipelajari di masa sekolah.

Kami juga dahulu sangat percaya dengan pelajaran “ilmu pengetahuan alam.” Sangat antusias saat belajar tentang biologi yang mengundang sekelumit pertanyaan untuk dijawab. Akan tetapi, khusus tentang biologi mikroorganisme, tidak percaya lagi dengan hal tersebut. Sebab kuman yang digembar-gemborkan oleh para ilmuan entah berantah dari negeri orang, tidak pernah ada. Teori-teori yang mereka ungkapkan tentang keberadaan makhluk tersebut sangat dangkal dan bertentangan dengan garis alam/ hukum alam atau pola umum alam semesta. Bagaimana mungkin, sesuatu yang disebut sebagai “jasad renik yang sangat lembut, terlihat manis dan tidak punya otak.” Bagaimana pula bisa menumbangkan/ menyakiti makhluk kompleks sebesar dan secerdas manusia? Bagaimana akal sehat bisa menerima pandangan yang sangat kontras ini? Tidaklah mungkin semut lebih hebat dari gajah; kecuali semut tersebut memiliki kompas dan bisa menggunakan Google Map.

Mari ambil beberapa contoh tentang penyakit yang disebabkan oleh kuman, seperti sakit gigi yang katanya bisa dipicu oleh aktivitas bakteri mulut. Padahal yang terjadi adalah melekangnya sel-sel pada gusi akibat dehidrasi yang dialami oleh seseorang. Kejadiannya seperti saat matahari terik menyinari daerah basah selama berhari-hari. Tanah di tempat tersebut pasti terlihat lekang dan retak di sana sini. Proses pelekangan inilah yang terjadi pada gusi, hanya saja dalam skala mikro (tidak kasat mata). Contoh lainnya seperti yang dialami penderita penyakit degeneratif, sama sekali bukan disebabkan oleh sel tumor dan kanker. Melainkan karena peradangan luka dalam yang tidak berhasil disembuhkan sistim imun akibat kurangnya kelancaran sumber daya cairan tubuh.

Contoh lainnya adalah penyakit maag yang tidak disebabkan oleh bakteri. Melainkan karena timbulnya luka dalam akibat pergerakan tubuh yang salah dan tingginya asam lambung. Pernahkah buah yang berasa asam tidak sengaja jatuh pada luka anda? Pasti rasanya luka tersebut akan sangat perih sehingga membuat sakitnya merinding sampai ke ubun-ubun; sama halnya yang dialami penderita penyakit tukak lambung. Sedang pada dasarnya, cairan tubuh manusia sifatnya netral. Namun orang yang sering lupa minum air memiliki tingkat keasaman cairan tubuh yang lebih tinggi. Akibatnya, enzim pencernaan yang harusnya ber-pH netral justru berubah jadi asam. Asam berupa enzim inilah yang menimbulkan rasa sakit pada lambung saat belum makan, padahal waktu makan sudah tiba.

Contoh lainnya adalah tentang luka tetanus yang sesungguhnya disebabkan oleh karena membusuknya badan yang sedang dirundung dehidrasi. Luka yang terjadi, membutuhkan pembersihan secara internal di dalam sirkulasi darah. Ini adalah usaha tubuh untuk mengganti sel-sel yang mengalami kerusakan dengan sel-sel baru. Akan tetapi, orang yang terbiasa minumnya sedikit sekali dan sering lupa minum air putih, tidak memiliki kemampuan sirkulasi darah untuk menjangkau bagian-bagian terjauh dari tubuh, seperti tangan dan kaki. Ketika suplai cairan dan nutrisi ke daerah yang luka (tangan dan kaki) tidak memadai, maka sel-sel di daerah tersebut akan mengalami kematian karena pelekangan masal akibat tingginya dehidrasi. Pihak medis pasti meminta kepada pasien untuk melakukan amputasi pada bagian tubuh yang hampir membusuk tersebut.

Penyakit lainnya yang dituduh-tuduh adalah seputar kelainan metabolisme tubuh, yakni kolesterol, asam urat dan glukosa. Pasti tuduhan tertinggi terletak pada makanan yang dikonsumsi secara berlebihan. Padahal kalau dilihat lagi, beberapa penderita penyakit ini memiliki bentuk tubuh yang normal (tidak gemuk-gemuk amatlah). Sesungguhnya yang mereka alami adalah kurangnya asupan cairan tubuh yang membuat transportasi sari-sari makanan terhambat di daerah organ atau jaringan tertentu. Akibatnya, organ tersebut mengalami penyumbatan dan penumpukan sari-sari makanan sehingga meningkatkan rasa sakit pada badan. Andaikata ketika mereka pulang dari instansi kesehatan. Pasti informasi yang mereka bawa, kalau dokternya baik adalah, “jangan lupa banyak minum air putih ya Bapak/ Ibu.” Jikalau orang-orang ini dapat mengoreksi kebiasaannya dalam meminum air putih, niscaya penyakit pun bisa segera sembuh.

Coba perhatikan apa yang dibawa oleh orang sakit. Kalau dokternya kurang ramah pasti hanya akan mendapat obat atau suntikan belaka. Perhatikan pola pemberian obat yang dilakukan oleh ahli kesehatan masyarakat. Biasanya yang dituliskan adalah dua kali sehari, tiga kali sehari atau empat kali sehari dan seterusnya. Tahukah anda bahwa salah satu fungsi dari pendekatan minum obat berkali-kali adalah demi memenuhi asupan cairan tubuh pasien. Bisa jadi anjuran minum obat banyak kali semata-mata membantu mengingatkan pasien untuk minum. Bahkan bisa jadi, rasa obat yang pahit juga menjadi pendorong bagi pasien untuk meminum air sebanyak mungkin demi meredakan getir tersebut.

Jika sembilan puluh persen penyakit disebabkan oleh kurang minum air putih, lantas kemana yang sepuluh persennya? Kita anggap saja bahwa yang 10% tersebut merupakan faktor kecelakaan akibat kecerobohan manusia itu sendiri dan kejadian keracunan yang dialami seseorang (terutama anak yang masih di bawah asuhan orang tua). Kekurang hati-hatian dalam bertindak dapat menyebabkan kecelakaan yang bisa berakhir dengan tragis. Akan tetapi, di zaman modern dimana manusia semakin cerdas, ketidakhati-hatian cukup minim (kecuali anda sedang menonton film yang bertema bencana, kecelakaan dan laga). Penyebab berikutnya adalah akibat keracunan makanan atau  minuman yang sengaja diberikan orang tua kepada anak. Ada banyak penyakit yang katanya disebabkan karena kelainan metabolisme dan mikroorganisme, yang ternyata disebabkan oleh karena adanya racun yang sebelumnya telah ditabur tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Racun ringan inilah yang kebanyakan melemahkan badan, seolah-olah kita sakit. Namun semuanya itu dilakukan orang tua bukan untuk tujuan yang buruk melainkan untuk tujuan baik, demi mempersiapkan anak menjadi orang dewasa yang gemar berpikir positif dan tentunya lebih dekat kepada Tuhan.

Kesimpulan

Tubuh manusia bukan hanya seonggokan batu yang tidak perlu disirami dikala hari terik maupun hujan. Melainkan manusia secara fisik mengandung lebih dari 70% air dari total masa tubuhnya. Sedang manusia itu sendiri selalu mengalami tahapan kehilangan air lewat penguapan di area permukaan kulit, pernapasan dan perkemihan. Jika sesuatu perlu terus-menerus dibuang dalam ramainya sirkulasi alamiah, darimana sumber-sumber penghasilnya diperoleh kalau bukan dari aktivitas minum yang dilakukan sesering mungkin? Oleh karena itu, minumlah air kira-kira dua liter perhari untuk ukuran orang dewasa. Khusus untuk pasien dengan hiper kalium, sebaiknya minum lebih dari dua liter per hari. Agar berbagai penyakit jauh dari kehidupan kita. Sebab tubuh yang sehat berawal dari kebiasaan baik rajin minum walau minumnya tanpa rasa.

Salam, Kebohongan pasti terungkap
Bukan karena siapa-siapa
tetapi karena kebenaran
adalah hak segala umat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.