Cinta Kepada Dunia Dan TUHAN

Cinta kepada dunia membuahkan hawa nafsu. Cinta kepada Tuhan membuahkan akal sehat & pengendalian diri. Adalah wajar bila kita mencintai hal-hal duniawi tetapi ingat juga untuk mencintai Tuhan agar hasrat kepada dunia ini lebih terkendali dan logis.

Hidup kita menjadi timpang bila hanya mencintai dunia saja. Kita cenderung menggilai hawa nafsu dengan menginginkan segala sesuatu menjadi milik pribadi. Padahal tidak semua hal yang ada di dunia ini pantas untuk dimiliki secara pribadi. Kadang ada hal-hal tertentu yang tidak bisa di ganggu gugat sebagai milik orang lain, sedang setelah itu ada juga hal-hal yang lebih baik jika dimiliki secara bersama-sama.

Jika kita hanya cinta kepada Allah namun menjauhkan diri dari sesama manusia: bagaimana mungkin kita bisa membuktikan kecintaan terhadap Tuhan tanpa melalui rintangan yang dihadirkan sesama dan rintangan yang diberikan sistem. Bagaimana mungkin kita bisa berkembang sedemikian rupa tanpa memenuhi kebutuhan materi sehari-harinya. Sebab tanpa kita sadari, kecintaan kita terhadap Allah membuahkan pikiran yang logis, cerdas, positif bahkan bijak menjalani kehidupan.

Oleh karena itu, cinta di dalam hidup kita menjadi sempurna saat ditujukan kepada Tuhan dan untuk dunia juga. Membuat keinginan kita terhadap hal-hal duniawi menjadi lebih logis, terkendali dan terarah kepada hal-hal positif saja. Selamat beraktivitas & ingat untuk rajin minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.