Konspirasi Parasit, Bakteri Dan Virus

Konspirasi Parasit, Bakteri Dan Virus

Kehidupan terus tercerahkan di tengah gemparnya sandiwara, bukan karena manusia menjadi lebih hebat. Menjadi sesuatu yang lain, yang lebih dari sebelumnya, seperti yang diwartakan oleh para ilmuan melankolis. Tentang adanya evolusi manusia yang berubah dari yang biasa menjadi luar biasa, dari sebelumnya sebagai hewan yang hanya memiliki naluri kebinatangan menjadi sesosok makhluk paling cerdas di muka bumi. Ketahuilah bahwa evolusi secara fisik tidak pernah terjadi sebab tiap-tiap makhluk sudah digariskan hidupnya akan seperti apa oleh Sang Pencipta. Jika perubahan fisik melebihi batas-batas normal maka yang terjadi bukanlah peningkatan melainkan kelainan/ kecacatan. Artinya, selama kita hidup di dunia tidak ada evolusi fisik yang akan dialami, melainkan yang terjadi adalah evolusi pikiran atau lebih populer disebut sebagai revolusi mental.

Di atas semua yang terkuak dalam kehidupan ini, bukan berarti kita tidak butuh kebohongan atau lebih halusnya dikatakan sebagai sandiwara. Biar bagaimanapun, sistem dan manusia itu sendiri masih membutuhkan kepura-puraan semata-mata agar manusia tetap aktif menggiatkan pekerjaan yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Demikian halnya juga tentang keberadaan mikroorganisme yang digembar-gemborkan petugas kesehatan. Kita tidak pernah keberatan dengan ide-ide pekerjaan yang mereka usut. Tetapi, siapapun orangnya dan apapun profesinya pasti akan keberatan jika muncul anggapan bahwa hanya karyawan di bidang kesehatan saja yang berhak mendapatkan bayaran super tinggi, jauh melebihi/ di atas pendapatan rata-rata profesi lainnya. Melainkan tidak masalah seperti apapun sandiwaranya, yang terpenting adalah ada keadilan di antara semua profesi di seantero negeri. Kita harap kesetaraan berlaku di antara banyaknya lapisan masyarakat.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa parasit, bakteri dan virus bukanlah makhluk hidup. Bukan sesuatu yang ada dimana-mana, melainkan semuanya itu terdapat di toples-toples dan botol ringan yang disimpan di rumah-rumah, rumah sakit dan toko obat terdekat. Maksud kami adalah, para pekerja di bidang kesehatan mencari, meracik lalu meminum atau memakan bahan kimia tertentu sehingga seolah-olah mereka mengidap suatu penyakit dengan tanda dan gejala yang khas. Kemudian orang tersebut memerikskan diri kepada petugas kesehatan. Dengan demikian Puskesmas, Rumah Sakit dan instansi terkait tidak pernah sepi pengunjung, baik yang rawat jalan maupun yang rawat inap: itulah konsep sederhana ekonomi sandiwara di bidang kesehatan.

Sebab bukan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, melainkan (1) racun atau toksin yang telah dipersiapkan dan diracik secara khusus. Memang ada penyebab lain yang lebih umum dari suatu penyakit adalah (2) sakit karena kebiasaan buruk kurang minum air putih. Selain itu seseorang juga bisa sakit oleh karena (3) mengalami kecelakaan. Jadi racun ringan yang dipersiapkan akan menimbulkan gejala penyakit yang khas terhadap pasien. Lantas orang-orang cerdas di bidang kesehatan mulai mendongeng seputar penyebab dari gejala penyakit yang timbul. Mereka dengan mudahnya mengultimatum orang-orang tak berdaya (menderita akibat sakit parah), dimana sanjak yang mereka ucapkan sampai ke sekolah-sekolah dan berbagai lembaga pendidikan lainnya.

Hanya saja yang tidak habis pikir tentang semua teori mikroorganisme yang mereka lantunkan adalah pembawaan teori-teori tersebut dalam berbagai mesin teknologi. Siapapun yang berkunjung ke rumah sakit dan instalasi kesehatan lainnya pasti bisa mengamati dengan lantang berbagai teknologi yang tampak canggih dengan harga fantastis yang digembar-gemborkan sebagai jebolan dari perusahaan asing ternama. Cek kesehatan dengan menggunakan alat-alat canggih tersebut juga terbilang sangat mahal bagi rata-rata keluarga sederhana di negeri. Padahal kenyataannya semua pemeriksaan berteknologi tinggi itu memiliki prinsip dasar pemeriksaan yang sama, yaitu mendeteksi tingkat keasaman cairan tubuh manusia.

Ternyata di zaman kapitalis, ketika para petugas kesehatan memiliki gaji lebih mewah dari rata-rata profesi lain dalam masyarakat. Mereka menjadikan alat-alat canggih yang sesungguhnya hanya embel-embel ini sebagai salah satu alasan bahwa profesi mereka lebih baik/ lebih penting/ lebih mewah dari profesi kebanyakan rakyat jelata. Harga pemeriksaan yang tinggi semata-mata untuk meningkatkan pamor profesi yang dikenal sebagai penyelamat nyawa manusia. Padahal kenyataannya, mereka sama saja dengan profesi bintang film lainnya yang menciptakan masalahnya sendiri lalu mengelu-elukan metode penyembuhan yang juga mereka ajukan sendiri. Inilah sandiwara kehidupan, kebohongan yang bisa membuat manusia tetap sibuk. Namun perlu diadilkan agar pendapatan yang diterima setara dengan profesi lainnya.

Dunia pendidikan sangat membanggakan pengetahuan tentang mikroorganisme. Amati saja di zaman kapital, mereka yang berpendidikan di sekolah kesehatan membutuhkan biaya yang sangat tinggi sampai lulus mendapatkan ijazah. Bahkan pernah tersohor di telinga kami bahwa bidang profesi tertentu dalam ilmu medis memiliki uang kuliah tertinggi dibandingkan mata kuliah lain. Belum lagi masalah buku-buku tentang kesehatan yang katanya dibeli dengan harga jutaan rupiah per eksemplar. Kita berharap kebanggaan semacam ini sudah tidak ada lagi, sebab pada dasarnya tidak ada yang namanya bibit penyakit! Satu-satunya bibit penyakit dalam kehidupan umat manusia adalah kebiasaan buruk kurang minum air, sebaran racun orang tua dan kecelakaan yang terjadi di dalam masyarakat.

Di lain pihak, orang-orang cerdas yang kapital mencoba peluang bisnis (ekonomi) yang bagus lewat isu-isu kesehatan yang berhembus. Berbagai suplemen dan alat-alat kesehatan yang di dasarkan atas pengetahuan tentang adanya kuman, menjadi laris manis di tengah masyarakat. Sekalipun harga jualnya sangat tinggi, tetapi kebanyakan masyarakat mau membelinya karena takut terhadap invasi kuman (bukan karena itu adalah kebutuhan). Belum lagi masalah manipulasi tentang keberadaan kuman yang ada dimana-mana dapat memicu fobia terhadapnya. Ada orang-orang tertentu atau yang sengaja ditakut-takuti soal keberadaan mikroorganisme pembunuh, menerapkan kebersihan ekstra tinggi dalam hidupnya. Semua pengetahuan dangkal ini bisa saja menyebabkan kecemasan yang berlebihan, terutama terhadap mereka yang sengaja diarahkan kesana oleh oknum kapital picik.

Selain itu, persepsi keberadaan kuman juga sering digunakan oleh orang tua sebagai asal-muasal penyakit yang diderita anaknya. Terutama ketika anak bertanya-tanya tentang racun orang tua yang menggerogoti badannya. Pasti mudah sekali bagi ortu untuk mengalihkan pemikiran anak sendiri dengan mengatakan ini-itu seputar mikroba secara sembarangan. Misalnya saat ujian sakit perut sengaja di sebar ortu, alasannya dikarang cerita karena jajan sembarangan atau mengonsumsi makanan jatuh di lantai yang terkontaminasi kuman. Tentu si anak tersebut akan percaya saja dengan perkataan orang tuanya lalu tidak mau lagi melakukan hal yang dianjurkan. Jika anak tersebut kurang beruntung maka semua cerita dongeng kakek-nenek yang diceriterakan ortunya akan dipercayai juga. Akan tetapi, mereka yang menyadari bahwa tidak ada yang namanya kuman saat sudah jadi orang dewasa, pasti merasa beruntung dengan pencerahan pengetahuan tersebut.

Aspek racun orang tua dan kuman kadangkala dihubung-hubungkan oleh orang tua maupun oleh pemikiran anak itu sendiri (menghubungkan keadaannya dengan pengetahuan yang diperoleh). Terutama di zaman kapitalis, mereka ingin memanfaatkan ketakutan terhadap kuman sebagai tekanan mental untuk mencemaskan anak cerdas bawel (calon sosialis). Memberikan intimidasi yang meracuni badan bersamaan dengan intimidasi kata-kata yang keras. Mungkin ini hanya suatu usaha untuk membentuk anak menjadi kuat dan berani melakukan yang benar. Apapun motivasinya, hasil yang diperoleh sangat beragam. Calon orang cerdas bawel (bibit sosialis) biasanya akan dimampukan untuk meredakan tekanan tersebut dengan fokus kepada Tuhan, ikhlas, sabar, rendah hati dan tetap berbuat baik – menghormati orang tuanya. Atau dia bisa merasa takut, cemas, sedih, marah, melampiaskan dendam dan melarikan diri keluar rumah. Sadarilah bahwa sebelum seorang anak mandiri, keberadaannya masih di bawah asuhan orang tua dan itulah tempat terbaik untuk sementara waktu. Jika sudah mandiri kelak dan hendak menjauh dari keluarga demi membuat jalan hidup sendiri, itu adalah pilihan di waktu mendatang (bukan pilihan tepat saat masih anak-anak/ anak muda/ pengangguran).

Pada dasarnya, tidak masalah bagi semua orang jika para profesional di bidangnya bersandiwara untuk membuat dirinya tetap bekerja. Akan tetapi, kalau mengagungkan profesi kesehatan sebagai penyelamat hidup manusia, rasanya terlalu berlebihan. Sebab sesungguhnya tidak ada yang sakit jika masyarakat terus diingatkan untuk selalu meminum air putih dan tetap beraktivitas. Lagi pula pasien yang banyak itu di instansi kesehatan hanyalah orang-orang yang secara sengaja atau tidak sengaja mengonsumsi racun ringan sehingga menyebabkan gejala penyakit tertentu. Seperti darah rendah, malaria, diabetes, asam urat, penyakit sendi dan lain sebagainya. Dengan demikian, tidak ada pekerjaan yang lebih istimewa dari yang lain melainkan semuanya sama-sama bersandiwara untuk membuatnya tetap sibuk positif.

Kesimpulan

Mari kita melihat masa depan dan melirik masa lalu. Isu tentang parasit, bakteri dan virus digunakan oleh para profesional di bidangnya untuk membuat mereka tetap sibuk dengan bersandiwara layaknya artis-artis film. Menciptakan masalah versi profesinya sendiri lalu menemukan solusi praktis untuk mengatasinya. Konspirasi semacam ini sangat positif asal tidak digunakan untuk meninggikan diri di antara profesi lainnya dengan menganggarkan jatah sumber daya yang melimpah ruah setiap bulannya. Setiap seniman berhak untuk mendapatkan hasil dari jerih lelahnya, itulah yang membuat hari-harinya tetap sibuk dan aktif positif melakukan hal-hal yang berarti. Biarlah sandiwara yang kita lakukan, dilakukan di tempat kerja saja. Namun saat kembali ke rumah masing-masing, semua hoax tersebut dapat disisihkan (dipilah-pilah).

Salam, Konspirasi bukan masalah
asal sistem tetap adil, sebab
kesejahteraan bersama
lebih penting ketimbang
harta benda yang
berlimpah-limpah
di tangan pihak
tertentu saja
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.