Tidak Ada Penguasa Berani Macam-Macam Dengan Orang Kristen Karena Teknologi Berkelanjutan Titipan Yesus Kristus

Orang Kristen tidak perlu terlalu takut dengan penguasa yang masih eksis sampai sekarang, seperti dahulu ketika kekristenan ditentang penyebarannya di zaman rasul-rasul. Pada awalnya perlawanan yang dilancarkan kepada para rasul memang sangat meresahkan orang percaya bahkan sampai mengucilkan mereka di wilayah terpencil: seolah orang Kristen menjadi kaum yang terbuang.

Pemikiran awal

Akan tetapi, penguasa dan kerajaan sebesar dan sekuat apapun akan terkesima bahkan bertekuk lutut pada berbagai teknologi yang dikembangkan dari ilmu pengetahuan teknis yang ditinggalkan oleh Tuhan Yesus. Dimana teknologi tersebut yang mendukung terciptanya sumber daya tanpa batas yang dibutuhkan untuk memakmurkan masyarakat dalam kehidupan yang lebih modern. Mesin menjadi rekan sejawat manusia yang mendukung berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi manusia itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitarnya.

Teknologi semacam ini jugalah yang dulunya pernah dicicipi oleh peradaban manusia di zaman Nuh, sebelum bumi ditenggelamkan oleh air bah besar yang berkepanjangan. Dimana dahulu manusia dikabarkan masih hidup bersama malaikat-malaikat Allah yang bermukim di antara masyarakat zaman kuno. Akan tetapi, semua teknologi berkelanjutan tersebut lenyap bersamaan dengan ditariknya malaikat-malaikat tersebut kembali ke sorga, diiringi dengan datangnya banjir besar akhir zaman. Namun, betapa bersyukurnya kita di zaman sekarang karena Yesus Kristus yang lebih tinggi dari malaikat-malaikat Allah telah datang mengajarkan kita dengan rendah hati tentang segala sesuatu yang berharga dan layak untuk dipertahankan selama hidup di bumi.

Sudah pasti penggunaan teknologi berkelanjutan yang dikembangkan dalam suatu negeri dari ilmu pengetahuan teknis menurut ajaran Yesus Kristus, memiliki syarat dan ketentuan tertentu yang menyertainya. Dimana salah satu dari sekian banyak syarat yang ada salah satunya mengandung makna “menjamin keberadaan orang Kristen di negeri tersebut.” Jadi, tidak ada seorangpun penguasa atau kerajaan yang berani macam-macam terhadap orang Kristen, apalagi sampai memenjarakan salah satu dari mereka seperti yang terjadi di zaman rasul-rasul. Intimidasi langsung terhadap orang Kristen tidak diperbolehkan (kecuali intimidasi informasi hoax).

Sanksi bagi negeri yang melanggar syarat dan ketentuan yang berlaku adalah siap-siap hidup layaknya komunis tanpa teknologi terbarukan. Dimana parahnya pupuk di negerinya di peroleh dari pengumpulan tinja dari semua warga dan energi yang diperoleh juga dari hasil menguapkan tinja warganya sendiri. Sehingga ancaman kekurangan pangan dan energi menjadi sangat rawan di tahun-tahun pemerintahan negara/ kerajaan tersebut. Jadi, sudah pasti tidak ada penguasa yang terlalu bodoh berani macam-macam terhadap orang Kristen secara langsung. Jika dirinya dan antek-anteknya tidak ingin kehilangan kemakmuran dan kenyamanan hidup yang berasal dari teknologi berkelanjutan Yesus Kristus seperti yang kita rasakan sekarang ini.

Sekalipun demikian, bukan berarti bahwa orang Kristen bisa berlaku sombong. Karena kesombongan mengawali banyak perbuatan melanggar hukum yang bisa mempidanakan siapa saja: sekalipun penjahat tersebut adalah orang Kristen tulen. Jadi, manfaatkan pengetahuan ini agar semakin mencintai Tuhan dan tetap rendah hati mengasihi sesama seperti diri sendiri. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.