Rasa Haus Yang Menjadi Rasa Lapar

Rasa Haus Yang Menjadi Rasa Lapar

Kita tidak akan pernah merasa lengkap/ sempurna jikalau hidup oleh keinginan hati yang terus-menerus bermunculan. Dan setelah semua keinginan tersebut datang, kita dibuat susah sendiri karena tidak dapat mencapai hal-hal tersebut. Satu-satunya cara agar kita merasa sempurna adalah dengan meniadakan keinginan di dalam hati. Sayangnya hal ini, malah berlawanan dengan kemanusiaan itu sendiri: jangankan orang dewasa, anak kecil pun memiliki nafsu yang wajar. Dalam pola kebiasaan duniawi, ada satu jalan agar seseorang bisa menepis keinginannya, yaitu dengan “mengosongkan pikiran” atau disebut juga meditasi. Sayangnya, keadaan ini sekaligus membiarkannya dengan mudah dirasuki oleh berbagai hal (termasuk yang buruk). Beruntunglah dalam pola kebiasaan sorgawi, ada suatu cara untuk memilah-milah dan tidak hidup dalam hawa nafsu yang menggila, yaitu fokus kepada Tuhan.

Ada sisi lain yang menguntungkan dari keinginan kita, yaitu hasrat tersebut membuat setiap orang senantiasa aktif: bertanya, mencari, berusaha, menemukan atau malah kecewa (tidak menemukannya). Inilah proses singkat duniawi yang dialami oleh tiap-tiap orang selama menjalani hari-hari yang fana dan terbatas di bumi yang permai. Kadangkala keinginan tersebut menjadi sangat kuat karena terus-menerus terngiang di dalam hati. Akibatnya, pikiran cenderung terpecah-pecah (blur) dan seseorang hampir tidak tahu apa yang hendak dilakukan selanjutnya. Seolah otak menjadi buntu karena melupakan banyak hal yang dipicu oleh angan yang melayang-layang dalam perjamuan hasrat yang tinggi-tinggi.

Otak sering blur, tidak bisa fokus dan suka pikun karena pikiran sering sekali terseret dalam khayalan yang menjadi-jadi. Imajinasi kita tentang pencapaian terhadap keinginan tertentu bisa mengganggu aktivitas berpikir, mengacaukan konsentrasi dan ujung-ujungnya membuat hati terasa hampa. Akibatnya kita jadi tidak tahu berbuat apa selanjutnya, bingung dan stres sendiri. Mereka yang menyadari hadirnya hasrat yang kurang bagus tersebut, akan melakukan usaha pembersihan hati agar di waktu mendatang tidak lagi terbuai dalam khayalan nafsu yang hampa. Sebab khayalan terhadap nafsu duniawi yang hampa dapat mengurangi ketajaman berpikir sehingga menanggapi informasi yang diterima dengan cara yang kurang tepat. Respon semacam inilah yang membuat tindakan seseorang kurang pas saat mengartikan proses-proses alami yang dihadapinya.

Seperti saat tubuh kita sedang mengalami kekurangan cairan. Bisa jadi, kekurangan tersebut malah diartikan sebagai sesuatu yang lain. Salah pengertian yang dialami pikiran, mungkin saja karena gangguan fokus yang ditimbulkan oleh kebiasaan mengkhayalkan nafsu yang girang. Kekurangpahaman ini juga bisa saja ditimbulkan oleh karena kita lebih menyukai aktivitas yang satu dan kurang suka dengan yang lainnya (ada alasan tertentu). Misalnya saja saat kita sangat menyukai aktivitas makan, sebab cita rasa yang diberikan panganan sangat beragam, seolah-olah lebih memanjakan lidah. Lain halnya saat kita minum air putih, rasanya yang tawar membuat derajat rasa suka terhadap aktivitas tersebut kurang tinggi. Bisa dibilang bahwa minat terhadap air putih terkesan biasa saja bahkan lebih rendah lagi. Ini mungkin saja disebabkan karena toksin ringan, pengganggu yang kadang kala ditaburkan ke dalam minuman sampai membuat rasanya aneh sekali.

Salah paham pikiran dari kekurangan tubuh terhadap cairan, bisa juga dipicu oleh karena pikiran yang sedang stres. Tekanan batin yang dialami seseorang, bisa bersumber dari mana saja. Bisa jadi hal tersebut bersumber dari dalam dirinya sendiri. Juga bisa berasal dari orang-orang di sekitarnya, maupun dari lingkungan dimana dirinya berkecimpung dan beraktivitas. Bila pikiran berhasil dikacau-balaukan oleh persoalan hidup, maka tidak ada jalan untuk terbebas depresi sebelum kita menemukan solusinya. Akan tetapi, harap diingai bahwa ada juga soal-soal kecil kehidupan tanpa solusi pasti. Terkhusus untuk masalah-masalah recehan ini, sebaiknya tidak perlu terlalu digubris/ dipikirkan. Melainkan biarlah hal-hal tersebut terlupakan seiring berjalannya waktu, sambil tetap menyibukkan hari-hari untuk memikirkan, memperkatakan dan melakukan yang baik, benar dan adil. Bila pikiran belum mampu berpaling dari stres, maka salah pengertian (salah menghubung-hubungkan) terhadap kondisi tubuh sendiri bisa saja dialami seseorang.

Pada akhirnya, pemahaman yang kurang terhadap manfaat air putih, bisa jadi memicu salah persepsi saat tubuh sedang lapar cairan. Keinginan yang cukup tinggi terhadap makanan membuat kita secara tidak sengaja melupakan air. Terlebih lagi saat iklan makanan gurih sering kita saksikan, baik melalui televisi, radio, smartphone dan berbagai multimedia lainnya. Saat sesuatu yang sangat penting dipandang sebelah mata, maka mulailah tubuh mengalami kelainan karena kurang minum air putih. Kejanggalan yang dirasakan tubuh akibat gejala penyakit memang rasanya membuat kurang enak badan. Namun di sisi lain, hal ini bagus, karena dengan rasa kurang nyaman tersebut, kita didorong untuk mencari dan menemukan penyebab asli dari tanda-tanda merugikan tersebut. Bila kita bisa mempertimbangkannya dengan baik, berdasarkan standar pengetahuan yang dimiliki, maka akan menemukan solusinya. Akan tetapi, bagi yang belum menemukannya, perlu lebih sabar dan tetap berusaha mencari sampai inspirasi yang benar diturunkan.

Ada orang yang malah ngemil melulu karena salah paham terhadap dehidrasi yang dialaminya. Memang pada awalnya, keadaan ini dapat membantu menurunkan angka kekurangan cairan, sebab saat ngemil kita pun turut termotivasi untuk meminum lebih banyak air putih. Apalagi kalau cemilan yang dikonsumsi terasa asam, asin dan pedas menggoyang lidah yang sebelumnya terdiam sepi. Akan tetapi, sadarilah bahwa kebiasaan tersebut kurang baik terhadap badan dan kontong sendiri. Sebab terlalu sering ngemil makanan ringan (makanan jenis apapun) dapat menyebabkan kegemukan sampai beresiko membuat kantong sendiri amblas, padahal bulan ini masih belum amblas (masih belum berakhir/ masih pertengahan bulan). Oleh sebab itu, untuk mengurangi dampak buruk yang kami maksudkan ini: utamakanlah meminum cairan bening tembus pandang tersebut sebanyak-banyaknya bila sedang merasa perut keroncongan sebelum waktu makan tiba.

Kesimpulan

Keinginan kita yang cukup besar terhadap makanan, kadang menenggelamkan khayalan dalam imajinasi yang lezat. Namun kita tidak sadar bahwa kebiasaan mengkhayalkan makanan bisa membuat pikiran merasa sedang lapar makanan, padahal tubuh sedang lapar cairan (dehidrasi). Keadaan ini juga bisa terjadi karena stres yang dialami sampai membuat pikiran salah mengartikan situasi yang dihadapi. Hobi makan yang tinggi bisa jadi dipandang sebagai solusi saat badan sedang dehidrasi. Kejadiaannya seperti saat tubuh kekurangan air, namun dorongan yang dirasakan malah berupa “keinginan untuk mengonsumsi cemilan pedas-gurih.” Oleh karena itu, pada saat anda merasa lapar atau ingin ngemil, hindari buru-buru mengonsumsi  ini-itu. Melainkan utamakanlah terlebih dahulu untuk meminum air putih beberapa teguk. Pasti anda akan merasa kenyang dan hasrat untuk minta makan di waktu yang kurang tepat, kembali mereda sampai waktu yang pas tiba.

Salam, Merasa lapar
padahal sedang kehausan
pernahkah anda mengalaminya?
Dan begitu anda meminum
beberapa teguk sampai
segelas (@100 mL) air putih maka
rasa lapar yang tersesat itu, semoga
berangsur-angsur hilang
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.