Mencapai Kesempurnaan Hati Meski Keberadaan Materi Masih Kurang-Kurang (Pikiran Yang Menyempurnakan Kehidupan)

Kesempurnaan hidup sulit dicapai ditengah keterbatasan manusia. Tetapi kesempurnaan hati dapat dicapai di dalam Tuhan: karena efeknya lebih baik, lebih stabil, lebih adaptif dan lebih tahan lama dibandingkan dengan apa yang ditawarkan dunia materi.

Pemahaman awal.

Memiliki materi, segalanya yang kita inginkan, sulit untuk diwujudkan. Karena sifat dasar keinginan manusia yang terus berkembang dan meningkat seiring berjalannya waktu. Kasarnya hasrat manusia itu: “ingin memiliki segalanya yang telah dilihat dan disukainya.” Padahal diantara hal-hal tersebut ada “kepunyaan orang lain” dan ada juga hal-hal yang dianggap sebagai “kepunyaan bersama.” Oleh karena itu, memenuhi kesempurnaan materi disebut juga sebagai tindakan yang terlalu serakah jika diwujudkan tanpa mempertimbangkan peraturan dan hukum yang berlaku.

Daripada repot menjalani hidup sempurna materi yang beresiko tinggi bersinggungan dengan hak-hak orang lain. Alangkah lebih baik bila kita lebih mengejar kesempurnaan hati. Yaitu memiliki pola pikir yang merasa cukup, merasa lengkap, merasa semuanya sudah ada, merasa semuanya sudah kita miliki karena hati yang terus menerus aktif positif melengkapi kehidupan kita.

Sadar atau tidak, kita pasti mengalami “momen hampa” bila hati-pikiran mulai berhenti beraktivitas. Sebagus apapun hidup ini, bila hati mengalami kekosongan pasti ada rasa kekurangan yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.

Akan tetapi, saat hati mulai aktif di dalam Tuhan pikiran-pikiran yang menyempurnakan kehidupan: perasaan yang merasa cukup, merasa lengkap, merasa semuanya sudah ada. Akan berkembang, memenuhi dan bertahan dalam hati kita sehingga tidak ada lagi pemikiran bahwa kita merasa kekurangan sesuatu. Yang terpenting adalah kebutuhan sudah tersedia dan keinginan kita yang lain-lainnya itu bisa menyesuaikan diri menurut waktu terwujudnya, kapasitas dan potensi yang dimiliki masing-masing orang.

Terlebih lagi jika kita mengenal Tuhan yang benar, yang menuntun kita dalam aktivitas hati positif dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Ketiganya dapat mengisi hati kita, dimanapun, kapanpun dan apapun yang sedang kita lakukan. Sehingga rasa hati yang hampa dan merasa kekurangan tereliminasi secara permanen selama hidup kita fokus kepada Tuhan. Lagi pula aktivitas dalam Tuhan dapat disesuaikan dengan keadaan, lebih stabil, lebih tahan lama dan tentunya dapat dilakukan secara multitasking (bersamaan dengan rutinitas sehari-hari). Justru yang terjadi adalah perubahan aliran hati rasa positif menjadi kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian hati. Yang secara alami mendorong kita untuk memelihara dengan antusias sifat-sifat baik, benar dan adil sampai membuat hari-hari terasa lengkap (sempurna rasanya walau nyatanya masih ada keinginan materi yang belum tercapai). Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.