Iri Hati Normal Dan Yang Berbahaya

Iri hati adalah sesuatu yang lumrah saat kita mengerti bahwa hidup adalah proses, apa yang dicapai orang lain bisa kita capai dan semuanya itu sangat berkaitan dengan waktu. Akan tetapi, iri hati bisa membuat kita gusar dan kesal saat meragukan pengharapan masa depan, tidak ada sistem yang adil dan kita berhenti berusaha sampai detik ini.

Pemahaman awal.

Iri hati dalam kadar rendah bisa digunakan untuk menyehatkan kehidupan kita. Sebab rasa ini bisa memicu semangat yang mendorong kita untuk tekun mengerjakan hal-hal yang kita bisa: yang menjadi potensi kita. Menyadari bahwa hidup adalah proses: tidak ada manusia yang lahir langsung kaya raya karena tiap bayi dilahirkan telanjang tidak punya apa-apa. Seseorang perlu mengumpulkan segala yang baik dari nol: barulah setelah bertahun-tahun, puluhan tahun dan ratusan tahun kemudian menjadi kaya raya. Tidak ada usaha yang sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, di jalan yang benar dan dilakukan dengan tekun. Hanya mereka yang bertahan dan yang perlahan-lahan berkembang setelah diuji oleh lamanya waktu: yang layak menerima apa yang diinginkannya. Yakni kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian juga kesejahteraan seumur hidup.

Lain ceritanya ketika rasa dengki menjadi tidak sehat karena kadarnya yang tinggi-liar dan pikiran yang terus-menerus fokus mereka-rekakan kengerian yang menyertainya. Rasa gusar memenuhi hati saat kita tidak lagi mempercayai masa depan. Merasa pengharapan kita mulai redup, pudar dan hilang akal, merasa semua yang kita lakukan sia-sia. Ditambah lagi dengan keberadaan sistem yang tidak mendukung terwujudnya masyarakat yang berkeadilan sosial, semakin melemahkan semangat. Mereka yang tidak bangkit dari keterpurukannya akan tenggelam dalam kebencian yang berkepanjangan yang mengacaukan sikap (berkata & berbuat jahat) sampai membuat usaha (pekerjaannya) berhenti serta perjuangan (bakatnya) tidak berkembang. Akibatnya, hari-harinya semakin jauh dari apa yang diharapkan.

Oleh karena itu, waspadai iri hati yang besar dan liar. Lalu buatlah rasa dengki hati menjadi sederhana dengan cara (1) tidak fokus terhadap hal-hal tersebut, (2) ikhlas menerima perbedaan (kelebihan teman), (3) rendah hati mengekspresikan diri, (4) gemar melakukan kebaikan tanpa pamrih, (5) sabar menanggung cobaan dan (6) memahami rasa iri berkadar rendah (pelajari paragraf pertama). Tentu saja di atas semuanya itu: (7) jangan lalai untuk fokus kepada Tuhan agar cenderung menyukai & menerapkan sikap hidup positif selama menjalani hari. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.