Mengendalikan Manusia Dengan Hukum, Keinginan & Pengetahuan

Manusia zaman sekarang sangat beradab dan beruntung karena kepemilikan konten teknologi yang beraneka ragam. Jelas tidak mungkin di zaman modern seperti ini, masih ada orang-orang yang tidak bisa dikendalikan oleh pemerintah. Sebab tanpa kita sadari, pengendalian manusia yang dilancarkan berlangsung secara semu, terus-menerus dan diam-diam dibalik kedok pengetahuan. Bukankah semuanya itu baik demi kepentingan bersama?

Jalan cerita berpikir.

Orang yang tidak mengenal hukum, tidak tahu “apa yang dimaksud dengan kebenaran dan berbagai hal yang terkandung didalamnya.” Tetapi bukan berarti bahwa kehidupan mereka cenderung kacau balau. Karena di dalam hati masih ada “keinginan yang dinantikan kehadirannya.” Sesuatu yang berusaha diwujudkan sehingga mau tidak mau memaksa seseorang untuk berkompromi dengan orang lain dan pihak-pihak terkait.

Usaha kompromi inilah yang secara tidak langsung membuat seseorang menyadari apa yang baik untuk sesamanya. Sehingga berangsur-angsur, secara tidak langsung terciptalah kenyamanan dan keamanan di antara pihak-pihak yang berkepentingan.

Mereka yang masih belum mengenal hukum, masih bisa dikendalikan dengan hal-hal yang diinginkan hatinya. Misalnya saja, seorang kanak-kanak tidak akan memahami aturan tertentu dalam hari-harinya. Namun, mereka masih bisa dikendalikan karena ditawari apa yang mereka inginkan asalkan tidak berbuat sesuatu yang dianggap buruk. Cara lainnya untuk membuat orang yang tidak mengenal hukum tetap berlaku sebaik-baiknya adalah dengan memberitahukan sebab-akibat dari perbuatan buruk dan dampaknya bagi kehidupan manusia.

“Siapa mengendalikan siapa” tampak tidak ada ujungnya. Sebab baik orang-orang dalam pemerintahan maupun dalam masyarakat sama-sama mengalami dan menjalankan hal-hal positif hal tersebut. Sedang orang dalam pemerintahan juga diisi oleh beberapa oknum dari antara rakyat. Sekalipun hanya beberapa perwakilan dari sekumpulan rakyat, namun mereka adalah masyarakat itu sendiri. Itulah demokrasi: dari, oleh dan untuk kita. Dimana tidak ada yang lebih berkuasa dari pihak tertentu, sebab masing-masing orang hanya menjalankan peraturan dan tupoksinya secara terpimpin.

Siapa yang mengendalikan, yang lebih berkuasa.

Jadi, jelas mustahil jika sampai sekarang masih ada oknum tertentu dalam negeri yang tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah. Sebab semua manusia dapat memahami hukum dan bagi yang masih belum paham, dikendalikan dengan berkompromi terhadap hal-hal yang mereka inginkan serta menyebarluaskan informasi yang menegaskan akibat negatif dari perbuatan yang buruk. Dimana semuanya itu, berkaitan erat dengan teknologi multimedia yang kita gunakan sehari-hari. Sehingga orang-orang yang tidak mengenal hukum sekalipun akan berupaya menertibkan diri sendiri ditengah ramainya kota-kota padat penduduk. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.