Lemahkan Amarah Ditengah Ketidaksempurnaan, Menyangkal Diri & Fokus TUHAN

Lemahkan amarah dengan mengingat ketidaksempurnaan manusia; hilangkan emosian dengan menyangkal diri; serta Sambut hari-hari bahagia dengan meninggikan Tuhan.

Jalan cerita.

Amarah adalah salah satu kegiatan yang tak terkendali yang dilakukan oleh manusia. Beberapa orang menganggap bahwa aktivitas tunggal ini memang normal karena berhubungan dengan kesulitan yang sedang menerjang kehidupan seseorang. Sayangnya, amarah yang tak terkendali biasanya dilampiaskan berkali-kali sehingga tampak seperti marah-marah. Terlebih ketika terbesit hasrat untuk memaksakan kehendak namun tuntutan tak kunjung terwujud: bisa-bisa membuat ekspresinya semakin menjadi-jadi.

Selain karena distorsi keinginan, suasana hati yang emosional bisa juga disebabkan oleh karena adanya suatu masalah. Bisa terjadi karena keadaan yang merugikan dan juga karena pelanggaran terhadap aturan/ hukum tertentu; juga karena hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. Pada dasarnya, sumber pemicunya ada tiga hal, yaitu diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Daripada ditelan oleh rasa marah yang telah lama tinggal & menggumpal di dalam hati. Lebih bagus sedini mungkin mengembangkan pemahaman yang membuka pikiran demi melebarkan rasa sabar dan pengertian untuk mampu memahami situasi pelik yang sedang dihadapi dengan kepala dingin.

Menegaskan dan menyebutkan dalam hati, pemahaman tentang ketidaksempurnaan manusia. Membuat kita mengerti bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini. Segala sesuatu ada plus-minusnya. Jadi, janganlah terlalu menuntut kesempurnaan dari orang lain. Saat mendapatkan sesuatu yang baik dari seseorang: bersukacitalah! Saat mendapatkan sesuatu yang kurang mengenakkan dari orang lain: bersyukurlah! Sebab sepahit-pahitnya sesuatu selalu ada manfaat dibaliknya. Bukankah hal tersebut tidak sampai melanggar hukum/ aturan dalam masyarakat dan Hukum Taurat.

Dalam beberapa situasi yang mengundang rasa emosi; beberapa orang merasa tertantang dengan pergolakan yang terjadi sehingga jadi marah-marah (berpikir untuk mengalahkan argumen lawan atau setidaknya mengimbanginya. Namun sesungguhnya respon itu terjadi karena kebanggaan diri yang terusik oleh tindakan orang lain. Oleh karena itu, sebelum perasaan yang tersinggung semakin melebar, lebih baik merendahkan hati dengan menyangkal diri sendiri di dalam hati. Dengan demikian rasa marah yang mulai berkecamuk segera mereda sebelum meletup dalam sikap yang diekspresikan.

Dalam beberapa situasi, seseorang mulai marah semata-mata untuk mencari kepuasan agar keinginannya dikabulkan orang lain. Dengan demikian ia bisa merasa senang menjalani harinya. Padahal sesungguhnya tidak perlu merepotkan diri dalam kemarahan yang beresiko tak terkendali. Sebab sudah ada Tuhan yang selalu bisa kita panggil-panggil/ panggil ulang agar segera melawat dan menyukakan hati kita. Inilah faedah tersembunyi di balik fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian: yakni, dapat beroleh bahagia tanpa batasan waktu dan tanpa terikat dengan situasi yang sedang berlangsung. Bahkan ditengah suasana sekitar yang penuh emosi: kita selalu bisa mengabaikannya sembari terus beraktivitas positif multitasking di dalam Tuhan. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.