Suara Yang Menginvasi Kita, Ikuti Suara Yang Terstandarisasi

Serangan suara lebih kejam dari serangan virus yang datang diam-diam 😀

Banyak suara yang mencoba mempengaruhi. Tetapi bukan itu yang lebih penting, sebab yang lebih baik saat mengambil keputusan adalah “dengarkan suara hati yang sudah diatur ulang menurut standar kehidupan yang kita yakini.”

Cerita awal.

Suara adalah salah satu sumber informasi yang paling agresif menginvasi kehidupan kita. Sebab jangkauan ruang dengar yang mencapai keliling seperti bola mencakup dari segala penjuru. Bahkan mungkin saja, kita tidak mengetahui siapa yang bersuara tersebut, namun apa yang dikatakannya sampai di telinga dengan keras.

Sebagai media pengantar informasi skala besar, suara yang kita dengar dapat menjadi sugesti yang mendorong kita untuk melakukan hal-hal tertentu dan menahan diri sendiri untuk melakukan hal-hal yang lain. Perkataan yang terhubung dengan logika lebih mudah diterima dan diikuti oleh seseorang. Kata-kata yang ada hubungannya dengan pengalaman kita di masa lalu, mungkin bisa menjadi awal yang dapat mengubah motivasi bahkan tujuan kita di waktu mendatang. Suara yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, biasanya lebih menyenangkan untuk didengarkan, walau belum tentu hal-hal tersebut bagus untuk dilakukan.

Selain suara yang didengar oleh telinga kita, ada juga suara yang kita kenal berasal dari dalam hati/ pikiran sendiri. Orang sering menyebutnya sebagai “Suara Hati,” namun sesungguhnya mereka ada banyak jenisnya. Ini secara signifikan tidak menunjukkan bahwa di dalam diri kita ada banyak orang/ banyak roh/ banyak kepribadian. Melainkan perbedaan pendapat ini lebih disebabkan karena adanya perbedaan sudut pandang (persepsi).

Di tengah kemunculan banyak argumen, kita bisa bingung akan memilih yang mana. Kita pun bisa saja terjebak memilih opini yang kurang bagus untuk diwujudkan dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari. Oleh karena itu, sebelum merealisasikan bisikan jiwa sendiri. Alangkah lebih baik bagi kita untuk membanding-bandingkan perkataan tersebut dengan pemahaman kebenaran yang kita yakini di dalam Tuhan atau dengan nilai-nilai yang kita pelajari dari Alkitab. Setelah itu, bandingkan juga argumen tersebut dengan peraturan yang lazim berlaku di antara masyarakat.

Sadarilah betul-betul bahwa, tidak semua hal yang disampaikan oleh “suara hati” adalah kebenaran. Terkadang juga kita akan mendengarkan hal-hal yang kurang tepat untuk dilakukan dari dalam hati sendiri. Oleh karena itu, kemampuan untuk menyaring informasi dengan menyandingkannya pada keimanan yang kita yakini dan terhadap aturan umum dalam bermasyarakat serta dengan pengalaman pribadi. Cenderung dapat menyisihkan bisikan jiwa yang kesetanan, sedangkan suara hati yang terstandarisasi bermanfaat positif akan diangkat keluar untuk diwujudkan dalam bentuk perkataan dan perbuatan nyata.

Mengstandarisasi perkataan adalah kemampuan untuk menyaring informasi dengan menyandingkannya pada keimanan yang kita yakini dan terhadap aturan umum dalam bermasyarakat (dunia pendidikan, dunia kerja, dunia maya) serta dengan pengalaman sendiri. Sebelum hal-hal tersebut diterapkan dalam kehidupan kita secara pribadi.

Pengertian – cara mempraktekkan.

Seperti yang dari awal kita bicarakan bahwa terdapat dua jalur suara yang kita dengar sehari-hari. Jalur pertama yang lebih banyak menginvasi kehidupan kita berasal dari luar. Beberapa contohnya, seperti dari sesama, mesin berjalan, multimedia (televisi, radio, smartphone, komputer, laptop dan sebagainya) juga termasuk suara dari hewan di sekitar yang dapat turut mengintimidasi kita. Terus, jalur selanjutnya adalah yang berasal dari dalam hati/ pikiran sendiri. Stop, berhenti mempersoalkan dari mana asal suara tersebut. Sebab suara hati yang benar dan lemah lembut juga cenderung mengikuti atau mengiyakan atau mendukung kata-kata bermanfaat positif sekalipun berasal dari luar. Melainkan yang lebih penting adalah “apakah perkataan tersebut sesuai dengan standar kehidupan kita.” Jika hal-hal tersebut dinilai baik, benar dan adil; maka ikutlah berkata-kata dan/atau melakukannya menurut kemampuan/ potensi/ topoksi dan kesempatan yang diberikan kepada kita. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.