7 Cara Mengatasi Gangguan Suara – Akhir Dari Suara Yang Menginvasi Kehidupan Kita

Banyak hal yang datang dan pergi dalam keseharian kita. Ada yang berupa materi yang berwujud: entah itu hidup atau hanya benda mati. Di sisi lain, ada juga yang tidak berwujud, sesuatu yang lebih kita kenal sebagai “informasi.” Sekalipun yang tidak berwujud tersebut terasa gampangan, namun sesungguhnya hal-hal yang dianggap remeh inilah yang sangat mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari.

Berdasarkan jalur panca indera yang kita miliki, pada dasarnya terdapat lima bentuk data yang menginformasikan sesuatu dalam pikiran kita. Ada yang bentuk datanya berupa tulisan, sketsa, gambar dan gambar bergerak; ada yang bentuk datanya berupa suara tanpa intonasi yang jelas (datar), ada suara dengan intonasi teratur, terstruktur dan juga ada yang intonasinya acak. Setelah itu, ada data perabaan yang rasanya dari yang paling encer (halus), setengah encer (jeli/ agar-agar/ lembut) dan ada yang keras atau sering disebut kasar. Juga ada data berupa rasa dari yang tawar sampai asam & asin hingga pahit. Sedangkan data informasi jenis terakhir yang diterima seorang manusia adalah data beraroma netral, lembut dan kuat. Kesemua data ini biasanya dibawa ke otak untuk diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk yang bisa diekspresikan dalam berbagai kesimpulan dan/atau dihubung-hubungkan dengan data lain yang di dapat secara bersamaan atau dari identifikasi yang dilakukan di waktu sebelumnya.

Biasanya, segala macam jenis data yang menghampiri kehidupan kita tidak dapat diserap semuanya. Akan ada beberapa informasi yang bisa diserap, sedangkan yang lainnya akan dieliminasi. Dari sini kita sudah bisa memahami bahwa sesungguhnya praktek menyeleksi data merupakan rutinitas yang biasa kita lakukan tanpa disadari. Sehingga kemampuan memilah-milah semacam ini dapat terus kita kembangkan dengan mengubah tolak ukurnya sesuai dengan keyakinan kita masing-masing. Standarisasi informasi bisa jadi berlangsung dalam waktu lama. Disamping itu ada juga penilaian yang berlangsung singkat: seolah kita telah menemukan jawabannya, segera setelah kita memperoleh data tersebut. Diakhir semua penilaian yang kita lakukan, entah itu berlangsung cepat atau lambat: biasanya ada didapatkan hal-hal yang kurang berbobot. Malahan suara yang kurang bermanfaat inilah yang menjadi bumerang menyerang dari berbagai arah tanpa mampu kita kendalikan.

Orang yang kurang cerdas, bukan karena bodoh namun karena umurnya yang masih sangat muda, mungkin akan dengan mudah mengabaikan berbagai informasi yang bergelora di sekitar kehidupannya. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, manusia mulai bertambah cerdas yang didukung oleh kemampuan daya tangkap indra dan kemampuan pemahaman yang meningkat. Keadaan ini membuat seseorang mampu menilai hampir semua hal yang ada di sekitarnya. Biasanya, apa yang tidak kita sukai, kita nilai buruk dan berpotensi mengganggu hari-hari yang kita jalani. Sayangnya, kita bukanlah manusia super yang berkuasa atas segala sesuatu, sehingga kita tidak mampu menyingkirkan segala hal yang tidak kita sukai dari kehidupan kita. Oleh karena itu, yang perlu kita lakukan adalah bertahan dan tetap Positif menjalani hidup dengan bahagia bersama Tuhan dan sesama manusia disekitar kita. Berikut adalah upaya penanggulangan agar sedapat mungkin meredam bahkan membiasakan diri dengan polusi suara yang berputar di sekitar kita.

1. Fokus kepada Tuhan.

Merupakan pertahanan yang paling legendaris karena sudah ada dan telah diyakini sebelum kita dilahirkan di dalam dunia ini. Perangkat jiwa yang aktif berdoa, belajar firman dan bernyanyi memuliakan Allah: merupakan aktivitas yang mampu menyingkirkan gangguan suara yang tidak sesuai dengan kepribadian kita. Tidak hanya itu saja, perangkat jiwa ini juga dapat membuat hati bahagia, tenteram dan damai menjalani hidup. Dimana hal-hal tersebut secara alami dapat memotivasi diri untuk bersikap baik, benar dan adil dari waktu ke waktu.

2. Tidak perlu melawan balik – ikhlas.

Kebiasaan yang kurang tepat jika kita bermaksud mengimbangi hal-hal yang telah mengganggu hati. Justru aktivitas yang berawal dari niat “tidak mau kalah” akan semakin merepotkan diri sendiri dan beresiko memperlambat penyelesaian dari aktivitas yang kita tekuni. Jika memang apa yang terjadi di luar wilayah dan diluar kewenangan atau diluar kekuasaan kita: maka anggaplah itu sebagai debu-debu jalanan yang bisa datang dan pergi tanpa menyakiti kita.

3. Menganggapnya biasa saja – rendah hati.

Kerendahan hati mengajarkan kita untuk merespon sesuatu dengan santai. Ini bukan tanpa alasan melainkan karena suatu keyakinan bahwa segala hal yang terjadi dalam kehidupan kita memang sudah sewajarnya terjadi. Karena hal-hal tersebut tidak menentang keyakinan kepada Tuhan dan tidak melanggar hukum yang berlaku di dalam masyarakat.
Sibuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Ada banyak kesibukan positif yang bisa membantu kita untuk mengabaikan gangguan suara yang agaknya memusingkan kepala. Aktivitas seperti belajar dan bekerja adalah pilihan utama. Serta menekuni hobi merupakan pilihan sampingan. Bahkan saat bersantai sekalipun, kita masih bisa multitasking bedah memuliakan Tuhan demi menepis hal-hal yang mencoba mengusik kehidupan kita (pilihan pendamping alternatif).

4. Menghibur diri sendiri – kreatif.

Daripada pikiran terbebani karena fokus pada pembicaraan yang tidak jelas dan kurang bermanfaat, lebih baik gunakan perangkat teknologi untuk menghibur diri. Misalnya saja mendengarkan musik menggunakan headset, menonton video memakai earphone, menulis kreasi, menggambar kreatif, mengedit foto, memainkan piano, memetik gitar, menggerakkan jari secara teratur & kontinyu dengan gaya tertentu dan lain sebagainya.

5. Pindah lokasi – menghindar.

Memang beberapa dari masalah kita tidak dapat dihindari tetapi beberapa yang lain mungkin bisa dihindari. Bergerak dari sumber suara yang mengganggu ke tempat yang agak jauh adalah salah satu metode menghindar yang aman. Misalnya bila yang mengganggu terdengar keras dari halaman atau teras: maka masuklah ke dalam rumah. Jika gangguan terjadi di ruang tamu, maka masuklah ke kamar untuk mengurangi intensitas suara yang menyerang indera. Sekalipun tidak semuanya hilang namun tetaplah bersyukur karena setidaknya desibelnya menurun beberapa persen. Bagi Anda yang bermasalah dengan gangguan suara yang terus-menerus berputar-putar di sekitar hunian sendiri: mulailah rencanakan untuk pindah rumah atau mungkin membangun hunian di lokasi yang lain yang lebih tenang jauh dari jalan raya provinsi/ kabupaten/ kecamatan.

6. Menegur dengan santun.

Ada banyak pertimbangan yang perlu kita lakukan sebelum menegur seseorang atau sekelompok orang. Sebab mungkin saja yang sedang terjadi adalah aktivitas yang lazim di dalam masyarakat tempat kita bermukim. Jika orang lain di sekitar Anda saja tidak menegur orang yang dimaksud, mengapa pula Anda mau repot-repot melakukannya! Terlebih lagi jika usia kita lebih muda dan masih banyak orang yang lebih tua yang mungkin bisa menegur aktivitas pengganggu tersebut: mereka aja tidak berbuat apa-apa, lantas mengapa kita ambil pusing! Di atas semuanya itu, sekalipun kita mungkin bisa menegur aktivitas seseorang namun tidak bisa memaksanya untuk berhenti selama ia beraktivitas di lingkungan sekitar rumahnya. Demi keamanan pribadi: Anda perlu menghubungi pihak keamanan lingkungan untuk menyampaikan keluhan seputar polusi suara dan mari berharap semoga saja sesuatu yang baik terjadi.

7. Bagaimana kalau Anda secara terpaksa mendengar sesuatu yang kurang enak didengar.

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa tidak ada hal yang benar-benar tidak kita sukai kalau kita bisa memelihara sifat ikhlas. Akan tetapi, sekalipun kita sudah ikhlas, belum tentu kita bisa tahan mendengarkan hal-hal yang kurang enak didengar. Ini bukan seperti saat Anda disodorkan sayur pahit lalu terpaksa memakannya karena tidak ada makanan yang lain. Melainkan Anda selalu bisa menciptakan suara yang lain di dalam diri sendiri sekalipun bibir tidak mengucapkan sepatah katapun. Inilah uniknya teknik legendaris fokus kepada Tuhan: Anda tidak perlu mencicipi setiap perkataan masam yang diucapkan orang lain. Melainkan ciptakanlah kata-kata sendiri untuk berdoa (bersyukur, memberkati), mengingat firman & memuliakan Tuhan di dalam hati agar merasakan nikmat-Nya tetap bahagia di dalam tekanan yang tak kasat mata. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.