Memisahkan Diri Dari Situasi Buruk Tanpa Berpindah & Tanpa Memusuhi Orang

Dalam berbagai persoalan, jangan biarkan meracuni pikiran situasi yang buruk. Tetapi pisahkan diri dari kesemrawutan dengan fokus kepada Tuhan, bekerja, belajar, menekuni hobi dan berbagi kasih dengan sesama.

Singkat cerita.

Sekaya apapun kita, setinggi apapun jabatan kita, setua apapun usia kita: hidup tidak pernah lepas dari masalah. Senyaman apapun kehidupan kita, sebahagia apapun hati kita, setenang apapun hari yang kita jalani: ada-ada saja persoalan yang berkunjung tiba-tiba. Sebagus apapun rencana kita, semantap apapun persiapan yang diadakan dan serapi apapun kehidupan kita: tetap saja potensi timbulnya gejolak sosial membayang-bayangi langkah kaki kita.

Pada hakekatnya, selama kita hidup di bawah kolong langit ini: kita tidak akan lepas dari tantangan kehidupan. Terlebih lagi bagi mereka yang hidupnya masih berada di bawah asuhan orang lain. Di saat seperti inilah lebih padat kejadian yang kurang menguntungkan di sekitar kita. Kebanyakan anak yang masih belia tidak menyadari hidupnya bermasalah, lebih cenderung mengabaikan segala sesuatu. Sehingga beresiko membuatnya melupakan hal-hal penting yang bisa merugikan dirinya sendiri.

Setelah seseorang menjadi lebih berumur dan lebih dewasa: barulah kebiasaan abai-mengabaikan tersebut diaplikasikan dengan cerdas. Demikianlah hal ini terjadi dalam kehidupan setiap orang dimana kemampuan mengabaikan situasi yang kurang kondusif, semakin lama, semakin diterapkan dengan bijaksana. Dimana yang diabaikan hanyalah sifat-sifat seseorang yang kurang pas, sedangkan orang lain sebagai pribadi yang seutuhnya masih layak dianggap sebagai sesama orang seiman atau sekampung atau sekota atau sebagai rekan satu negara. Agar kita tetap lancar berbuat baik kepada siapa saja. Termasuk kepada mereka yang beberapa sifatnya kurang pas menurut penelitian pribadi.

Memang dalam hidup ini, ada saatnya untuk menghindari sejengkal masalah dengan beberapa langkah. Akan tetapi, ada juga saatnya dimana kita mau tidak mau harus menghadapi situasi karena akan banyak yang berubah merepotkan jika kita terus tidak tenang berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Mungkin ada dari kita ingin bermukim di tempat yang lebih baik, tetapi jangan terlalu terburu-buru memaksakan diri untuk melakukannya. Butuh perencanaan dan persiapan yang matang agar kita bisa mewujudkan impian tersebut: sabarlah menantikannya! Ingatlah bahwa “Tidak ada situasi yang benar-benar buruk jika kita sudah terbiasa dengan hal-hal tersebut.”

Jangan biarkan situasi yang berisi perkataan dan perbuatan yang kurang mengena di hati meracuni pikiran. Terus-menerus memikirkan hal-hal tersebut dapat menurunkan semangat positif dan mengurangi niat untuk berbuat kebajikan. Melainkan abaikan dengan cerdas sikap orang lain tanpa memusuhinya, melainkan tunjukkanlah sikap yang bersahabat jika ada kesempatan saat bercengkrama bersama. Pisahkan diri dari situasi yang kurang bagus tanpa beranjak pergi dari tempat Anda. Dengan cara fokus kepada Tuhan dalam doa, firman dan menyanyikan lagu pujian (bedah). Anda juga bisa memisahkan pikiran dari situasi yang kurang berfaedah tanpa berpindah-pindah dari lingkungan sekitar, dengan cara tetap sibuk melakukan kebaikan kepada sesama, mempelajari hal-hal positif, mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan menekuni hobi yang digemari. Dengan semua usaha cerdas tersebut di atas, dapat dipastikan hati tetap bahagia, tenteram dan damai menjalani hari di lingkungan yang sedikit menantang. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.