Kesusahan Berpikir Tidak Memanfaatkan Kesempatan Untuk Melakukan Kebajikan

Paling menderita disakiti orang lain. Tetapi tahukah Anda derita yang paling besar dan paling banyak menimbulkan rasa bersalah & rasa menyesal: yakni tidak memanfaatkan kesempatan yang ada untuk melakukan kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Jalan cerita singkat.

Pada zaman yang kacau (seperti yang sering kita saksikan dari beberapa karya seni: film, novel, komik dan sebagainya), banyak orang terlibat dalam konflik dengan sesamanya. Mereka berselisih karena berbagai alasan, mulai dari hal-hal yang kecil sampai kepada masalah yang terlalu kompleks. Masing-masing individu atau kelompok berlomba-lomba untuk menjadi yang terdepan saat mempraktekkan keunggulannya demi menekan pihak lainnya.

Keadaan yang menjadi tidak terkendali semakin membuat lebih banyak orang yang ditarik dalam ketidakbermanfaatan hidup. Mereka saling menyakiti untuk membuat lawan-lawannya takluk dan menderita sepantasnya. Ada yang menyakiti secara verbal dan secara visual bahkan dengan kekerasan fisik juga. Parahnya lagi adalah tindakan semacam ini justru dianggap sebagai hiburan di zaman yang rusak.

Akan tetapi, lain halnya di zaman sekarang saat kedamaian dan kesejahteraan menjadi hak milik semua orang. Tidak ada lagi orang yang menyakiti orang lain dengan alasan apapun. Sebab sudah ada peraturan yang menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Sehingga jarang bahkan langka sekali jika ada yang tersakiti secara langsung oleh sesamanya. Hal-hal yang menantang tidak lebih dari cobaan hidup dimana seseorang akan mengalami kesulitan dalam hal-hal tertentu sampai saatnya tiba pemulihan terjadi. Tentulah tantangan utamanya adalah menunggu selama beberapa waktu sampai kekurangnyamanan tersebut berlalu dengan sendirinya.

Pada zaman seperti sekarang ini, dimana orang-orang lebih banyak bercanda gurau dan tertawa bersama menikmati sajian berbagai teknologi multimedia. Manusia lebih banyak mengalami kesusahan/ kesulitan berpikir akibat rasa bersalah menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan kebajikan. Sesaat waktu berlalu, ada rasa penyesalan akibat mengabaikan kesempatan bagus untuk melakukan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Dimana hal-hal tersebut terus-menerus terulang dalam ingatan selama beberapa waktu. Semata-mata agar di masa depan, diri sendiri lebih mengutamakan sikap rela berkorban dan tulus tanpa pamrih apabila datang kesempatan untuk kembali melakukan kebajikan semampunya dan sewajarnya saja. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.