Mengenang Masa-Masa Bersama Kebajikan Dan Tanpa Kebajikan

Hidup mengenang suka: bila hari-hari hanya dilalui dalam kebaikan, kebenaran dan keadilan. Sayangnya kenang-kenangan kepahitan yang ada mengingat hari lalu yang kita lalui tanpa kebajikan.

Jalan cerita berpikir.

Waktu adalah kesempatan: semakin banyak waktu yang kita miliki, semakin banyak pula kesempatan yang diperoleh. Sayangnya, tidak ada manusia yang dapat memperkirakan dan memprediksi, apalagi sampai menjamin lamanya waktu yang akan ditempuhnya selama berkelana di bumi. Ada yang beruntung memilikinya sangat panjang, tetapi ada juga yang kurang beruntung memilikinya dalam waktu singkat: umur sebaya bahkan sampai balita saja.

Diantara garis waktu yang kita telah, sedang dan akan lalui: tidak ada makna mendalam bila tidak dilalui dalam kebajikan. Tersimpan kenangan di setiap masa yang kita tinggalkan seiring berjalannya waktu. Garis waktu masa lalu tertata dengan indah: tatkala kebaikan, kebenaran dan keadilan menjadi prioritas. Sayang, garis waktu masa lampau berubah kusut dan menyusahkan hati ketika kesempatan kita biarkan terbuang sia-siakan, tanpa kebajikan.

Biasanya kenang-kenangan dari hari-hari yang telah usai menghampiri proyektor jiwa secara acak, tanpa disadari dan tanpa kita rencanakan sebelumnya. Mungkinkah ini terjadi di kala sendiri, di kala santai, di kala tidak ada yang dikerjakan. Di saat ada objek tertentu yang mengingatkan kita kepada masa-masa suram. Di waktu seperti itulah pikiran sering tanpa sadar memutar rekaman peristiwa di masa lalu. Juga tanpa sadar akan timbul rasa senang dan syukur saat kenangan diisi dengan kebaikan, kebenaran dan keadilan. Akan tetapi, lain halnya bila rekaman yang tidak sengaja diputar berisi keburukan, kejahatan dan kenakalan kita dahulu. Pasti rasa-rasanya ingin kita sudahi saja tontonan tersebut walau itu mustahil. Justru, semakin risih & jengkel perasaan jijik mencemari pikiran: semakin lama pula situasi yang tidak menyenangkan tersebut parkir dalam ingatan. Hanya mereka yang rendah hati yang tidak sungkan meminta maaf, selalu ikhlas menerima keadaannya dan cerdas mengalihkan konsentrasi pada hal-hal positif. Seperti fokus kepada Tuhan, berbuat baik kepada orang lain, belajar, bekerja, melakukan hobi dan beristirahat dengan santai pada waktunya. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.