Hari Kelam Tidak Gelap Gulita Diterangi Standar Kehidupan

Hari-hari kelam tidak segelap malam selama kita punya standar yang menjadi sisi terang pedoman kehidupan di dalam Tuhan dan dalam bermasyarakat.

Cerita singkat.

Waktu yang damai, waktu yang tenang, waktu yang menyenangkan: adalah terang. Waktu kesusahan, waktu khawatir dan waktu bersedih: adalah kelam. Tanpa kita sadari, sesungguhnya hidup kita seperti hari-hari siang dan malam yang bergonta-ganti pada masanya.

Sesenang-senangnya hati, tidak sampai terlalu senang hingga rasanya menyilaukan. Sesedih-sedihnya karya seni, tidak sampai terlalu menyedihkan hingga sangat gelap tidak bisa melihat apa-apa. Sebab di zaman keadilan sosial, dimana kehidupan setiap keluarga sudah makmur. Tidak ada yang bisa membuat kita lebih bersedih bahkan sampai meneteskan air mata, selain dari menyaksikan kisah tragis yang dialami satu atau beberapa orang manusia dalam kisah-kisah duniawi yang mengesankan dan penuh dengan tragedi pada film, komik, novel dan lain-lain. Sebab di zaman sekarang, orang-orang lebih banyak bersusah-sedih hati karena karya seni ketimbang dalam kehidupan nyata yang telah terjamin di tangan Tuhan dan didukung oleh negara.

Biar bagaimanapun gelapnya kehidupan kita, seperti apapun banyaknya kesedihan kita dan serumit apapun masalah yang menghimpit kita. Tidak sampai membuat hari-hari kita gelap gulita. Sebab masih banyak sumber penerang dalam hidup kita: jika matahari tenggelam, masih ada lampu; bila listrik padam, masih ada senter; ketika baterai sudah habis, masih ada lilin dan korek api. Juga ketika semuanya telah padam, masih ada cahaya suara hati yang mengajarkan kita dalam terang: dalam yang baik, benar dan adil.

Masalah, kesedihan, kesusahan dan penderitaan yang kita alami tidak bisa lagi menggelapkan hati. Karena kita berpedoman pada standar kehidupan yang terangnya menembus ke dalam jiwa. Keyakinan yang membawa kita untuk kembali bersandar kepada Tuhan, berpegang pada Firman-Nya. Dan tidak melupakan aturan umum yang berlaku di dalam masyarakat. Sehingga dengan semua benda-benda penerang tersebut, kita tidak akan tersesat di jalan walau melewati malam yang kelam. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.