Masalah Seperti Tidak Ada Saat Kita Bersahabat

Masalah bukan bencana karena kita bersahabat dalam segala situasi: berusaha tetap tenang, damai dan baik dari hari ke hari. Sehingga masalah kita seolah-olah tidak ada. Sekalipun kita tidak bisa demikian dalam segala hal, tapi setidaknya dalam soal-soal receh kehidupan.

Cerita singkat.

Sikap yang bersahabat menunjukkan dedikasi yang berbaur dengan orang lain dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Seperti telah hidup cukup lama dengan anugerah kemampuan adaptasi seperlunya dan sewajarnya saja. Menjadi orang yang sepertinya mudah untuk didekati tetapi sulit untuk diperdaya. Tidak mudah terjebak dalam mitos yang tidak logis namun mampu menikmati indahnya alur karya seni yang syarat dengan mitologi. Menjadi sahabat yang baik, membuat kita bisa menempatkan diri sedemikian rupa sehingga terkesan sejajar dengan orang lain.

Selama kita merasa bersahabat dengan seseorang, kita telah mempercayai orang tersebut. Sudut pandang yang terpenting terhadap sahabat adalah keyakinan bahwa dirinya adalah seorang yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Jadi, dengan modal pikiran positif semacam ini, tidak ada kemungkinan untuk membencinya sedikitpun. Ditambah lagi, sejak dari awal kita telah memaklumi keberadaannya sebagai manusia biasa yang punya kelemahan dan terkadang juga teledor.

Memiliki musuh adalah awal dari bencana dalam kehidupan kita. Sebab sejalan dengan itu, kita menandai kehadiran seseorang sebagai ancaman. Seperti kebanyakan manusia yang meningkatkan kehati-hatian saat menghadapi suatu ancaman. Maka semakin banyak orang yang Anda anggap sebagai musuh, semakin tinggi juga tingkat kewaspadaan diri yang membuat kita jauh dari ketenangan hati. Keadaan ini berpotensi lebay karena ekspresi yang tidak terkendali dan tidak jelas tujuannya. Kita menganggap semua kerugian yang dialami karena musuh (mudah berprasangka buruk), padahal bisa saja itu adalah ujian kehidupan yang sepantasnya terjadi menurut pedoman atau aturan tertentu. Hal-hal yang berlebihan & tidak terkendali inilah yang berpotensi mendorong kita dalam keburukan, kebencian dan kekerasan yang merugikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar.

Bermasalah dengan seorang sahabat, tidak mengubah hubungan dekat dengan orang tersebut. Justru, suasananya tampak biasa-biasa saja karena tidak ada tindakan agresif, dimana upaya untuk saling menyudutkan atau mengejek atau menjatuhkan tidak terjadi. Ketegangan diantara kedua belah pihak telah melunak lewat komunikasi santai & akrab sehari-hari. Kecuali untuk persoalan dengan efek samping yang sangat merugikan tetapi untuk soal-soal recehan, seperti tidak ada sesuatu (masalah) yang terjadi: seolah semuanya lancar. Sehingga setiap saat merasa damai, hati tetap tenang dan hidup pun tak luput dari kebaikan. Dimana secara tidak langsung, semua hal-hal positif tersebut membuat kita menjadi pribadi yang selalu berbahagia. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.