Berhati-Hati Mengusahakan, Merencanakan Dan Mempersiapkan Segala Sesuatu

Dari hati yang penuh rencana terkandung kehati-hatian. Tetapi bukan waspada tanpa celaka sebab ketelodoran kecil adalah manusiawi.

Kisah singkat.

Masa lalu tinggal cerita yang penuh kenangan, masa depan sama sekali diluar kendali kita dan masa kini sepenuhnya berada dalam kendali kita walau bukan dalam segala hal. Sebab hal-hal yang berhubungan dengan orang lain dikendalikan secara bersama-sama atau di kontrol oleh peraturan terkait. Jadi, yang murni bisa dikendalikan adalah hal-hal bersifat pribadi yang berada di bawah pengaruh mutlak diri sendiri.

Bila masa depan tidak bisa kita kendalikan dan masa lalu hanya bisa diceritakan. Maka di masa kini, kita perlu persiapan yang terencana untuk menyambut masa depan sepositif mungkin. Berusaha sebisa mungkin melakukan yang terbaik untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat sempit maupun yang bermanfaat luas. Kebanyakan orang dalam hidupnya sudah diajari dan dimampukan semenjak kanak-kanak untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sempit, yaitu berbagai hal yang berguna bagi diri sendiri saja. Sedang beberapa manusia yang sudah dewasa (mental, spiritual & finansial), dimampukan untuk menjadi pribadi yang berguna bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahkan bagi lingkungan hidupnya juga.

Ketika usaha yang diperbuat berada dalam taraf yang mumpuni: apapun hasilnya yang penting sudah diperjuangkan semaksimal mungkin. Demi menjamin hasil yang terbaik di masa depan, perlu bagi kita untuk merencanakan segalanya. Mulai melakukan berbagai persiapan agar dapat menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Agar disaat-saat genting dan terdesak terhindar dari salah tingkah. Sehingga hasil apapun yang diperoleh, pasti memuaskan hati. Tidak ada rasa menyesal karena diri sendiri berjuang dengan hati yang tulus. Artinya, kurang lebih hasilnya diterima apa adanya karena seumur hidup bersandar kepada Tuhan. Sehingga meyakini dengan pasti bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Tuhan.

Sikap yang sangat hati-hati mengusahakan, merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatu memang bagus adanya. Tetapi bukan berarti semuanya akan berlangsung tanpa sedikitpun kesalahan. Justru tidak tertutup kemungkinan terjadi penyimpangan (hasil bertolak belakang dari rencana) bahkan kegagalan: inilah efek terburuk dari kehati-hatian. Sebab biar sebesar apapun usaha, kita hanyalah manusia biasa yang kadang juga khilaf melakukan keteledoran kecil. Keteledoran yang kami maksudkan disini, tidak sama dengan dosa sebab kita adalah manusia baru orang-orang terpilih yang telah lama meninggalkan kejahatan duniawi. Persiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk dari perjuangan kita. Agar sedapat mungkin, kewaspadaan kita bisa mentolerir keterbatasan diri dan tidak tenggelam dalam amarah-dendam perfeksionisme yang dangkal dan mengada-ngada. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.