Hidup Tanpa Makna: Hambar, Sia-sia Bahkan Menyesakkan Diluar Kebajikan

Sebuah rasa tanpa makna menggelinding di dalam hati mengejutkan hari-hari yang tidak berarti saat kita berjalan diluar kebaikan, kebenaran dan keadilan.

Cerita singkat.

Merasa aneh dengan melakukan hal-hal yang kurang tepat lalu mencoba berpaling dari kebiasaan positif. Mencoba bersenang-senang tanpa memastikan terlebih dahulu; apakah jalurnya sudah baik, benar dan adil. Melainkan, semata-mata hanya bersenang-senang melakukan kejahatan, merugikan orang lain dan merusak fasilitas umum: merupakan aktivitas yang tidak berarti, hambar, sia-sia dan malah menyesakkan dikemudian hari. Seumpama menumpuk hukuman diubun-ubun yang semakin berat, mengekang dan menyiksa pada waktunya. Apa yang terjadi berikutnya akan mengejutkan jiwa, karena pelanggaran yang dilakukan secara diam-diam terbongkar di muka hukum.

Mencoba-coba hidup di dalam dunia dengan sikap yang serba tanggung. Berpikir untuk mengambil sikap di kedua arah karena lebih mengutamakan kesenangan yang diperoleh sekalipun bermain-main juga dengan angkara murka yang secara masif beresiko membahayakan diri sendiri dan/atau orang lain. Mungkin saja awalnya menguntungkan tetapi semakin tidak bermakna, hambar, sia-sia dan menyesakkan hati bila terus-menerus dilakukan. Anda akan terkejut dan tersipu malu pada waktunya ketika hari Tuhan yang syarat dengan pembalasan menghampiri secara tiba-tiba.

Melangkah di dalam dunia, mengukir harapan dengan sikap yang menuju kepada terang. Walau sikap-sikap yang terukir tidak mahal, tidak mewah, tidak dapat dibanggakan dan tidak menjadi pusat perhatian. Tetap fokus pada tujuan awal yang telah ditetapkan hati agar upah yang layak dianugerahkan Tuhan, “indah pada waktunya.” Karena yang lebih penting adalah keutamaan perjalanan di jalur yang benar, baik dan adil. Sekalipun kadangkala nikmatnya godaan bisa-bisanya menawan indera. Boleh-boleh saja menikmati hidup namun berusaha untuk tidak terlena dengan posona yang berlebih-lebihan (lebay). Karena rasa di dalam indera duniawi hanya sementara saja dan pengadaannya membutuhkan biaya tambahan. Sedangkan rasa didalam hati bebas pakai (gratis) dan dapat dipertahankan terus-menerus ada dalam rupa-rupa kebahagiaan, ketenteraman dan kedamaian di dalam jiwa. Diawali & dikarenakan oleh fokus kepada Tuhan yang membuat hidup berarti dan dengan melakukan hal-hal positif membuat hidup lebih bermanfaat untuk pekerjaan pelayanan dihadapan Allah, bagi diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.