Merasa Remaja: Kebajikan Yang Meremajakan Kehidupan

Merasa remaja walau sudah menua: karena aktivitas yang baik, benar dan adil yang bersumber dari dalam hati meremajakan tulang, darah dan daging Anda.

Ide awal cerita.

Hidup bukan satu – dua tahun saja, bukan satu – dua windu belaka. Bahkan bukan pula satu – dua abad saja. Melainkan kehidupan kita di dunia ini bakal sesuai dengan kepercayaan yang kita miliki. Ada orang yang percaya bakal hidup seribu tahun, ada yang meyakini kehidupan yang lebih panjang selama berabad-abad. Bahkan ada juga yang yakin bahwa mereka akan terus hidup sampai Tuhan Yesus kembali datang untuk menghakimi umat manusia. Kira-kira sampai berapa lamakah itu? Tidak ada yang tahu! Panjang-pendeknya umur dipengaruhi oleh keyakinan masing-masing orang.

Di dalam dunia yang penuh misteri, manusia sebagai penghuni utamanya kerap kali dilanda oleh dilema berkepanjangan: “apakah dirinya mau hidup berdasarkan kenyataan?” atau “hidup sekedar ikut-ikutan saja dengan trend yang syarat dengan imajinasi?” Tidak ada yang bisa memutuskan segera, jalan yang harus ditempuhnya. Sebab jawaban dari pertanyaan tersebut tidak dipraktekkan satu – dua hari, satu – dua bulan atau satu- dua tahun saja: melainkan seumur hidup!

Lamanya jangka waktu hidup manusia, membuat segala hal, segala kemungkinan dan segala kesimpangsiuran: bisa saja terjadi. Oleh karena itu, tidak jarang orang-orang yang awalnya berjalan dalam realitas kehidupan, mulai tertarik untuk hidup dalam dunia imajinatif. Dunia yang sangat menarik menurut ukuran indera. Yang membuat siapa saja yang masuk di dalamnya menjadi mabuk kepayang dan tergila-gila dengan hal-hal aneh di dalamnya. Sampai-sampai membuatnya hampir hilang kesadaran sekaligus memaksanya secara halus melupakan berbagai hal yang penting untuk bertahan hidup di dunia yang penuh dilema.

Keadaan manusia yang sudah tenggelam dalam pesona indera yang penuh rekayasa akan menghadapi berbagai masalah yang rumit dan sulit untuk dijelaskan. Mereka akan menemukan solusi yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa sehingga sangat ketergantungan dengan hal-hal tersebut. Padahal semua itu membutuhkan biaya besar untuk dimiliki atau dikonsumsi secara berkelanjutan. Sebagian orang akan bertahan lebih lama namun membutuhkan lebih banyak biaya untuk bertahan dari penyakit, sampai sejauh ini. Pada akhirnya, membuat beberapa diantaranya menjadi frustasi, hilang kendali diri dan lenyap di telan waktu.

Tidak demikian halnya dengan mereka yang bisa & mampu menikmati baik – buruknya kenyataan. Karena sepahit-pahitnya hidup pasti ada manfaatnya dan semanis-manisnya hari, pasti ada efek sampingnya bila ditelan bulat-bulat/ dikonsumsi secara berlebihan. Artinya, mereka menyadari bahwa sehebat-hebatnya kekuatan materi dan seindah-indahnya pesona duniawi, tidak akan pernah bisa dinikmati secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Melainkan hanya di waktu-waktu tertentu dengan porsi yang secukupnya saja. Sedang di sisi lain, yang bisa dieksplorasi sedemikian rupa, secara terus-menerus dan berkelanjutan adalah fokus kepada Tuhan dan kesibukan dalam hal-hal positif. Misalnya belajar, bekerja dan menekuni hobi yang dimiliki. Aktivitas inilah yang secara bertahap dapat membuat hati bahagia, hidup tenteram dan hari-hari bersama sesama menjadi penuh damai sejahtera.

Mereka berpegang pada jalan yang telah ditetapkan Tuhan dan bisa membedakannya dari jalan yang penuh pesona, yang syarat dengan imajinasi yang mengada-ngada. Mereka bisa hidup lebih sederhana dan tidak terlalu ketergantungan dengan uang yang banyak. Mereka adalah manusia yang merasa remaja sekalipun umur sudah sangat menua menurut ukuran duniawi, karena hati-pikirannya melekat erat kepada Tuhan. Hidupnya dimanfaatkan untuk melakukan kebenaran di hadapan Tuhan. Dan selagi mampu, akan mengusahakan kebaikan kepada segala makhluk, sekalipun disatu sisi mereka memanfaatkannya juga secara bijaksana. Serta lebih memilih jalan keadilan untuk setiap keluarga agar bisa sejahtera bersama di dunia yang telah tertata rapi. Dengan demikian kehidupan mereka secara perlahan-lahan akan diremajakan, mulai dari dalam hati dan pola pikir yang dimiliki. Agar sedapat mungkin melanjutkan sendiri proses peremajaan tubuh: darah dan daging dengan tidak melupakan hal-hal yang penting selama hidup dari zaman ke zaman. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.