Sinar Cahaya Kebenaran Yang Diikuti Semua Orang

Cahaya yang bersinar tanpa sumber penerang yang kasat mata namun diakui dan diikuti oleh semua orang adalah kebaikan, kebenaran dan keadilan. Yang sinarnya selaras atau bersesuaian dengan standar kehidupan yang diyakini.

Cerita singkat.

CAHAYA adalah simbol-simbol eksistensi yang mengindikasikan sesuatu yang kuat dan sangat dibutuhkan hingga dianggap sangat penting oleh semua makhluk. Seolah tiada tandingnya atau memang tiada duanya karena keberadaannya tidak tergantikan. Sedangkan yang lain seperti dirinya hanya meniru penerapannya dalam berbagai-bagai teknologi agar peralatan tersebut lebih bernilai guna menyokong kehidupan manusia.

Sekalipun keberadaannya begitu kuat tetapi tidak sampai merusak ciptaan lainnya karena pada hakikatnya mekanisme keseimbangan alam telah lebih dahulu melakukan penetrasi luar biasa lewat keberadaan air dan/atau uap air di setiap planet/ bumi yang ditempati oleh makhluk hidup. Singkatnya esensi panas dalam setiap cahaya berbanding lurus dengan ketebalan uap air: atau bisa dikatakan semakin tinggi suhu matahari maka semakin tebal atmosfer yang menyelimuti bumi.

Itulah sepenggal kisah tentang cahaya yang kasat mata. Sedangkan yang selanjutnya kita bahas di sini adalah tentang pencahayaan yang kasat di hati. Atau tentang pencahayaan yang bukan diamati lewat kedipan mata indera, melainkan dapat dikenali oleh mata yang di dalam hati. Banyak orang mengidentifikasi hal ini sebagai cahaya yang mendekati kebenaran.

Berbicara tentang kebenaran, tidak dapat dipisahkan pembahasannya dari kebaikan dan keadilan. Karena tiga nilai ini adalah sekawan yang selalu kami kisahkan atau selalu menjadi pokok pembicaraan, terutama dalam blog ini. Ketiganya terhubung dan saling mendukung, dimana apa yang benar berkaitan dengan ketuhanan; apa yang baik berkaitan dengan kemanusiaan; serta apa yang adil berkaitan dengan kesetaraan antar manusia berdasarkan perbedaan usia. Ketiga nilai ini juga memiliki nama populer yang dikenal sebagai kebajikan.

Kehidupan tidak pernah lepas dari kebajikan: nilai yang kita alami satu persatu satu atau secara bersamaan (multitasking). Atau bisa juga silih berganti (bergiliran). Kita bahkan hampir tidak menyadari bahwa semuanya itu tengah berlangsung sampai saat ini karena telah terbiasa mengalaminya selama bertahun-tahun. Atau mungkin juga beberapa orang belum menyadarinya namun tetap mereka lakukan. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena “kebajikan itu memicu kebahagiaan di tengah hari-hari yang sibuk, menenteramkan rumitnya kehidupan dan mendamaikan hubungan antara manusia yang syarat dengan perbedaan.”

Jadinya, semua insan mengikuti apa yang baik, benar dan adil. Padahal tidak ada orang lain yang memandu mereka untuk melakukan hal-hal positif tersebut. Kecuali bagi orang-orang yang disebut sebagai pendatang baru: kawula muda, remaja dan anak-anak yang masih butuh untuk dinasehati. Cahaya kebajikan memang jelas tidak kasat mata tetapi karena manfaatnya sampai menembus ulu hati, melebar ke sekitar kita dan bahkan sampai ke masa depan. Semuanya ini merupakan standar kehidupan yang kuat untuk mengukur keberadaan suara hati dan sikap/ sifat yang diekspresikan dari waktu ke waktu. Selamat beraktivitas dan rajinlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.