Roda Kehidupan Membentuk Kebiasaan Berbudaya Menuju Kenikmatan Ilahi Atau Kematian Kekal

Berputar-putar melakukan kejahatan lama-kelamaan membuat kita menghadapi kesusahan dan ketakutan juga kematian bahkan kematian kekal. Berputar-putar melakukan kebajikan lama-kelamaan membuat kita semakin hidup, merasa ceria, penuh damai dan bahkan mengalami perkembangan serta kemajuan secara perlahan-lahan.

Ide singkat cerita.

Segala yang hidup di dunia ini pasti berputar-putar. Beberapa orang yang kurang cerdas dan kurang ikhlas menganggap dirinya telah terjebak ke dalamnya dan terpaksa mengikuti lingkaran perputaran kehidupan yang seperti itu-itu saja. Akan tetapi, mereka yang bijak pasti ikhlas dan justru menikmati indahnya perputaran kehidupan. Karena mereka merasa telah melakukan hal-hal yang bermakna sehingga hari-harinya bermanfaat untuk Tuhan, diri sendiri dan orang lain di dekatnya.

Perputaran kehidupan tidak sesederhana roda pedati yang hilir mudik dengan style yang selalu sama dari waktu ke waktu. Sebagai makhluk yang kreatif kita bisa melakukan modifikasi pada roda kehidupan yang diikuti. Kita bisa melakukan sedikit perubahan bentuk agar aktivitas yang digeluti bermacam-macam dengan melangsungkan beberapa hal secara selang-seling. Sekalipun demikian, aktivitas tersebut tidak kehilangan makna karena tujuannya sama: yakni demi mengasihi Allah (kebenaran), mengasihi sesama manusia (kebaikan) dan demi damai sejahtera bagi seluruh makhluk (keadilan). Agar sekalipun hidup begitu-begitu saja namun varian aktivitas tersebut sedikit menambah warna dalam hari-hari yang kita jalani.

Sadar atau tidak, perputaran kehidupan yang ditekuni dengan tulus hati secara terus menerus setelah bertahun-tahun lamanya akan menghasilkan kebiasaan yang membudaya. Jika selama hari-hari yang kita lalui melakukan hal-hal buruk secara terus menerus. Maka bisa jadi yang kemudian menguasai kehidupan kita adalah kesusahan (akibat kejahatan) dan ketakutan (efek domino dosa) juga kematian badani (penyakit, kecelakaan) bahkan kematian kekal (menghabiskan sisa waktunya di neraka abadi).

Namun tidak demikian bila kita fokus melakukan kebaikan, kebenaran dan keadilan di tengah ramainya perputaran roda kehidupan. Sudah terbiasa melakukan kebajikan, membuat hati tergerak untuk melakukannya lagi dan lagi, tanpa menunggu diperintahkan oleh orang lain. Justru hati akan merasa kurang nyaman ketika kita terlanjur menyia-nyiakan kesempatan yang tersedia. Kita merasakan kenikmatan ilahi yang tidak hanya diperoleh dari aktivitas menikmati materi, melainkan juga kepuasan terhadap pilihan dan keputusan positif yang ditempuh. Budaya semacam ini lama-kelamaan membuat kita merasa hidup, selalu ceria, penuh damai dan merasa ada secercah perkembangan. Dimana tanpa kita sadari, hidup mengalami kemajuan secara perlahan-lahan (seandainya kita tidak sengaja membandingkan keadaan sekarang dengan kondisi kita bertahun-tahun atau puluhan tahun yang lalu). Sehingga kita bersyukur dan memuji Tuhan karena kehidupan kita telah sampai pada titik seperti sekarang ini. Selamat beraktivitas dan sering-seringlah minum air putih!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.