Pembelaan Yang Berasal Dari Dalam Hati

Dibela-belain untuk melakukan kebaikan, kebenaran dan keadilan karena tujuannya tak ternilai oleh kefanaan gemerlapan duniawi. Walau pembelaannya bukan dari manusia tetapi dari suara hati yang paling dalam.

Ide singkat cerita.

Manusia adalah pribadi yang kompleks: hanya saja masalah yang rawan terjadi adalah, apakah kompleksitas tersebut bersifat teratur dan tertata rapi oleh kaidah-kaidah standar kehidupan. Atau bisa jadi juga kompleksitas kepribadian manusia mulai kacau tanpa koordinasi yang baik sehingga kehidupan orang tersebut terpuruk sudah dan/ atau mengarah kepada hal-hal yang salah/ jahat.

Salah satu perwujudan dari kompleksitas kepribadian manusia adalah kemampuan untuk bertahan: entah itu bertahan dari himpitan materi, fisik dan emosional. Secara fisik, tubuh kita perlu bertahan dari usaha yang memicu kelelahan badan. Secara materi kita perlu berjuang untuk memenuhi panggilan yang menunjukkan kebutuhan materi. Dan tentu bertahan juga dari rayuan untuk memenuhi keinginan duniawi. Serta tidak henti-hentinya bertahan dari desakan/ tekanan emosional yang berasal dr aw1dari luar diri kita.

Khusus untuk mengantisipasi tekanan emosional yang datang dari sikap orang lain & lingkungan sekitar yang kurang menyenangkan. Lazimnya diri kita yang optimis akan selalu mendukung dari dalam hati dengan menghamparkan berbagai kata-kata motivasi untuk membuat suasana hati menjadi lebih baik bahkan penuh lega sekalipun sebelumnya sempat tertahan karena merasa tertekan oleh situasi.

Ada berbagai macam upaya bagi kepribadian kita untuk membela perkara kecil-kecilan yang sedang kita hadapi. Tujuan utama dari pembelaan suara hati terhadap diri sendiri semata-mata agar kita tidak merasa terbeban dan malah bersenang-senang/ bahagia penuh menghadapi situasi kurang menguntungkan yang sedang dihadapi.

Biasanya pembelaan yang muncul di awal-awal adalah motivasi yang membuat kita merasa hebat. Ada muncul kata hati yang merendahkan orang lain. Semata-mata ingin membuat kita berbangga hati sekaligus senang memikirkan orang lain yang lebih memalukan hidupnya dari diri kita. Selain itu, bisa saja suatu ketika kita merasa menang karena lebih baik dari orang lain; padahal tidak ada kompetisi. Pembelaan hati semacam ini akan terus terjadi saat kita menghadapi beberapa masalah, dimana tujuan sebenarnya adalah untuk mengalihkan suasana hati yang susah dan sedih menjadi lebih menyenangkan. Tentulah pembelaan semacam ini bila terus dipelihara beresiko membuat kita menjadi orang yang angkuh: mudah mengumbar kebanggaan dan keunggulan diri bahkan sampai tidak peduli sama sekali dengan orang-orang di sekitar.

Ada pembelaan hati yang mencoba menyemangati dengan membandingkan keuntungan dan kerugian yang kita peroleh saat suatu masalah sedang bergulir. Pembelaan semacam ini awalnya bisa membuat hati senang terutama ketika kita merasa beruntung atas apa yang sedang terjadi. Sehingga masalahnya terlupakan begitu saja seiring waktu berlalu. Akan tetapi, lain halnya jika yang diperoleh adalah kerugian: rasa-rasanya hati jadi membengkak dan galau pun mengembang serta kesedihan penuh sesal menjalar ke ubun-ubun sampai membuat mata agak menangis kecil-kecilan meneteskan rasa sakit.

Akan tetapi, tidak demikian halnya ketika pembelaan hati difokuskan pada sudut pandang Tuhan. Istilahnya adalah, kita membandingkan persoalan yang kita alami dengan pendapat Tuhan dan bagaimana sikap Yesus Kristus saat menghadapinya, yang sesuai dengan firman yang selama ini kita pelajari. Pembelaan semacam ini dapat mengantarkan kita kepada pemahaman tentang pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Sehingga muncullah niat untuk berkorban kepada sesama, selama kita mampu melakukannya dan selama hal-hal tersebut terus-menerus ada dalam keseharian kita. Niat untuk berkorban menjadi awal kebaikan hati. Sehingga sekalipun ada rasa-rasa dirugikan yang kurang menyenangkan, kita tetap bahagia menerima hal tersebut. Lagipula kebajikan yang kita bagikan masih kita miliki secara berkelimpahan dan akan terus ada dalam keseharian yang dijalani. Dimana bukan rahasia umum lagi bahwa ada upah kekal telah menunggu di depan, yang tidak sebanding dengan hal-hal duniawi yang fana dan segera berlalu. Sehingga setiap kebaikan, kebenaran dan keadilan yang kita usahakan, membuat kita semakin terhibur bahagia menghadapi hari yang kadang bergejolak dengan manisnya. Selamat beraktivitas, sering-seringlah minum air putih dan jangan lupa tarik-hembuskan nafas secara sengaja lagi secara berkala!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.